Suara Sumatera - Anies Baswedan menjadi bakal calon presiden (capres) Partai NasDem pimpinan Surya Paloh. Seiring dengan itu, sejumlah kabar beredar terkait pencalonan tersebut.
Salah satunya soal informasi Surya Paloh yang disebug dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana. Dinarasikan pemanggilan itu dilakukan untuk menandatangai pembatalan Anies sebagai Capres 2024.
Kabar tersebut dibagikan sebuah kanal YouTube bernama Elite Politik pada 10 Juli 2023 dengan judul narasi sebagai berikut:
“Di panggil langsung ke istana, Surya Paloh tanda tangan pencapresan Anies resmi di cabut hari ini”.
Lantas benarkah klaim Surya Paloh dipanggil Jokowi terkait pembatalan Anies sebagai capres?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, tak ada informasi valid mengenai kabar Surya Paloh dipanggil Jokowi ke Istana untuk tandatangani pencabutan pencapresan Anies.
Faktanya, Judul tersebut tidak sesuai dengan isi dari video yang diunggah. Video yang berdurasi 5 menit 5 detik itu tidak membahas pencabutan Anies Baswedan sebagai Capres 2024 secara resmi yang dilakukan oleh Surya Paloh.
Postingan itu hanya menarasikan artikel terkait berita tentang berkurangnya elektabilitas Partai Nasdem dan kemudian kemungkinan jika pencabutan Anies benar dilaksanakan oleh Surya Paloh tujuannya untuk menaikkan kembali nama partainya.
Unggahan tersebut menarasikan artikel berjudul “Apa Iya Segitunya Surya Paloh Siap Cabut Capreskan Anies Jika Diperintah Jokowi??? Helloww” yang diunggah pada laman Seaworld.com, 13 Januari 2023.
Baca Juga: Hadiri Sidang Cerai, Inara Rusli Semringah Bawa Sejumlah Bukti
Artikel ini membahas tentang Surya Paloh yang mencalonkan Anies Baswedan sebagai capres 2024 dianggap mengurangi elektabilitas Partai NasDem, jadi apabila Surya Paloh bersedia mencabut Anies sebagai Capres 2024 atas perintah Jokowi maka kemungkinan hal tersebut dilaksanakan untuk menaikan lagi nama partainya.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, video dengan narasi Surya Paloh dipanggil Jokowi ke Istana untuk tandatangani pencabutan pencapresan Anies merupakan hoaks.
Dengan demikian, video yang dibagikan kanal YouTube bernama Elite Politik masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Review Film Obsession: Suguhkan Horor Psikologis tentang Obsesi Berbahaya
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Siap-Siap Cuan! 6 Shio Ini Diprediksi Paling Beruntung dan Sukses Finansial di Akhir Juni 2026
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Review Viral Hit: Perjalanan Heroik Remaja Melawan Bullying secara Live
-
Dandim Buka Suara soal Video Viral Dugaan TNI Curi 16 Lembu, Sebut Sengketa Sipil
-
The Ogre's Bride Tayang 4 Juli, Hadirkan Kisah Cinta Manusia dan Ayakashi
-
Lipstik Glossy yang Awet Merek Apa? Ini 4 Pilihan Tahan Lama hingga 36 Jam
-
Bak Serial Anime! Laga Jepang vs Brazil Jadi Warna di Piala Dunia 2026
-
5 Rekomendasi Sheet Mask Ampoule untuk Wajah Sehat dan Terawat