/
Senin, 21 Agustus 2023 | 15:50 WIB
Deklarasi Dukungan Prabowo-Budiman Bersatu di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8/2023). (ANTARA)

Suara Sumatera - Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko ogah mundur dari partai yang membesarkannya meski mendukung Prabowo Subianto.

Ia pun memberikan alasan yang menohok atas pilihan ogah mundurnya tersebut. Menurut ia, dengan mundur dari PDIP maka ia tak punya kesempatan menjelaskan mengenai pendapatnya.

Budiman menegaskan, dia mempunyai argumen dalam sikap yang diambil"

"Saya ini kan selama bertahun-tahun ini sering mendengarkan ceramah-ceramah dan pendapat-pendapat ibu ketua umum tentang spek kepemimpinan. Dan Ibu Mega kan selalu berkata bahwa Indonesia itu butuh pemimpin yang memiliki pandangan-pandangan strategik," ujarnya

"Saya melihat bahwa kualifikasi-kualifikasi itu, setelah saya cermati dengan nalar saya, saya ingin mengatakan bahwa kualifikasi itu dari 3 tokoh yang selama ini ada, memang banyak ada di sosoknya Pak Prabowo," sambung ia.

Menurut Budiman, dengan mendukung Prabowo ia sedang menafsirkan apa yang menjadi harapan dan cita-cita dari Megawati untuk Pilpres.

"Saya pikir, ya itu langkah saya mungkin dianggap salah secara administratif, secara organisasional. Karena itu saya siap mempertanggungjawabkannya," ujar ia.

"Begini, soal siap tidak siap mau tidak mau harus siap, tapi kan saya ingin ada tahapan-tahapan secara organisasi administratif ya apalagi saya kalau dipanggil, saya akan menjelaskan bahwa saya tidak melakukan pelanggaran ideologis dan strategis, justru saya mengamalkan apa selama apa yang jadi amanat-amanatnya ibu ketum soal kepemimpinan strategis itu," ujarnya menohok.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, mengatakan Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun akan menyampaikan nasib Budiman ke depan di partainya usai menyatakan dukungan ke Prabowo Subianto

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Sendang Wonogiri, Nenek Parni Ikut Dilahap Si Jago Merah

"Partai akan mengambil suatu tindakan yang tegas. Opsinya mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan," kata Hasto.

Load More