Suara Sumatera - Anak bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) didaulat menjadi ketua umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Pemilihan Kaesang Pangarep pun tidak begitu lama setelah mendaftarkan diri sebagai anggota partai tersebut.
Menanggapi hal ini, Jokowi pun enggan banyak membahasnya. Dia mengungkapkan pemilihan Kaesang Pangarep sebagai Ketua PSI ialah hak dari partai yang bersangkutan.
Sehingga tidak elok jika ditanyakan kepada dirinya yang hanya merupakan orang tua dari Kaesang Pangarep. "Ya tanyakan ke PSI, tanyakan langsung," ujar Jokowi dengan senyum santai.
Saat diwawancara kompas TV, Jokowi pun blak-blakan mengungkapkan jika pada keluarganya terdapat tradisi untuk membiasakan mandiri. Sehingga jika yang bersangkutan sudah memiliki istri dan keluarga, maka sudah diharapkan bisa lebih bertanggungjawab akan hidupnya.
"Kan sudah punya istri, keluarga. Dalam keluarga, saya terbiasa sseperti itu. Jika sudah berkeluarga, maka sudah harus tanggungjawab dan mandiri. Baik buruknya dihitung dengan resiko," sambung Jokowi.
Sementara itu, Jokowi mengaku jika anak bungsunya tersebut memang sempat meminta doa pada dirinya untuk memimpin sebuah partai. Namun seiring dengan itu, tidak ada pesan yang khusus disampaikan kepada Kaesang.
"Sempat minta doa restu. Ya direstui, tapi tak ada pesan. Sudah gede, masak minta pesan," sambung Jokowi lugas.
Jokowi pun mengungkapkan jika beberapa orang pun menanyakan hal yang sama kepada dirinya perihal Kaesaang Pangarep yang dipilih menjadi ketum PSI.
"Tadi ada juga yang tanya ke saya. Tanyakan ke rakyat," sambung Jokowi.
Baca Juga: Terseret Kasus Sang Ibu, Anak Farida Nurhan Dicibir Netizen: Aku Gak Ikutan
Jokowi pun memastikan jika setiap orang punya hak yang sama, dan hendaknya untuk saling menghormati pilihan tersebut.
"Kita harus membiasakan seperti ini (pilihan pribadi)," pungkas Jokowi.
Kaesang Pangarep terpilih menjadi Ketum PSI menggantikan Giring yang kemudian diangkat menjadi majelis pertimbangan partai tersebut.
Dalam orasi politiknya, Kaesang pun mengakui jika sosok yang menginspirasikannya berpolitik, ialah sosok Jokowi.
Berita Terkait
-
Persepsi Soal Kaesang Jadi Ketum PSI Bentuk Manuver Jokowi Bangun Dinasti Politik, Puan Maharani: Biasa Saja
-
Anaknya Jadi Ketum Parpol Termuda, Jokowi Ogah Beri Pesan ke Kaesang: Sudah Gede!
-
Telat Rapat Perdana di DPP PSI, Kaesang: Habis Syuting dan Ketemu Hary Tanoe
-
Tidak Hanya Kaesang Pangarep, Ini Deretan Keluarga Politisi yang Berbeda Partai
-
Kaesang Sat Set Jadi Ketum PSI, Pengamat Politik: Yah Partai Non Kader, Siapa Saja Bisa Direkrut
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
5 Cushion untuk Menyamarkan Pori-Pori Besar agar Makeup Lebih Mulus
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Jelang Dieng Culture Festival 2026, Pengelola Homestay Diingatkan Jangan Naikkan Tarif Berlebihan
-
Angelina Jolie Akui Belum Berkencan sejak Cerai, Ingin Fokus Urus Hal Ini
-
Dibalik Angkernya Tanah Sengketa: Benarkah Terinspirasi dari Tragedi Nyata yang Ditutupi?
-
Modus Pura-pura Check-in Hotel, Komplotan Curanmor Gasak Motor CRF di Parkiran
-
Zico Ingatkan Timnas Brasil Waspadai Kekuatan Jepang di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup