/
Selasa, 03 Oktober 2023 | 08:25 WIB
Reza Indragiri Amriel (Istimewa)

Suara Sumatera - Kasus kopi sianida yang bikin heboh tahun 2016 silam, kembali jadi pembicaraan publik. Semua gara-gara kemunculan film Ice Cold di Netflix.

Salah satu sosok yang disorot adalah Reza Indragiri Amriel, seorang pakar psikologi forensik yang getol bersuara atas kasus yang menewaskan Mirna Salihin.

Film dokumenter Ice Cold itu mencoba menguak tabir kasus kematian Mirna Salihin yang dilakukan oleh Jessica Wongso. Lantas, apa hubungannya dengan sosok Reza Indragiri Amriel?

Reza Indragiri dikenal sebagai psikolog forensik yang cukup ternama di Indonesia. Ia terlibat menyelidiki beberapa kasus pembunuhan besar. Selain kematian Mirna Salihin, Reza Indragiri juga sempat dimintai pendapat dalam kasus polisi tembak polisi yang melibatkan Ferdy Sambo hingga sidang narkoba Teddy Minahasa.  

Dalam kasus kopi sianida, Reza Indragiri mengaku disogok dengan uang untuk membungkam kasus tersebut.

Reza Indragiri merupakan seorang psikolog forensik. Namanya banyak disebut dan terlibat dalam upaya penyelidikan berbagai kasus besar di Indonesia.

Dalam kasus kopi sianida, salah satu pernyataan yang cukup menarik dari Reza adalah bahwa ada ahli yang mencoba memberikan label pada Jessica sebagai kriminal sejati. Hal itu terjadi hanya dari melihat bentuk fisik Jessica sendiri.

Ia juga mengaku bahwa pada kasus Jessica ini, ada pihak tertentu yang menghubunginya dan memintanya berhenti bicara. Pihak tersebut memasukkan uang ke dalam tas, dan ditafsirkan sebagai usaha agar ia tidak banyak mengungkapkan pendapatnya di kasus ini.

Reza Indragiri lahir pada 19 Desember 1974 lalu. Ia adalah ahli psikologi forensik, konsultan sumber daya manusia, dan seorang dosen. Ia juga menjadi orang pertama asal indonesia yang mendapatkan gelar Master Psikologi Forensik.

Baca Juga: Kasus Korupsi Bupati Meranti, Auditor BPK Riau Diservis Wanita Penghibur hingga Tiket Pesawat

Gelar sarjana diperolehnya dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, dan tercatat lulus pada tahun 1998 lalu. Kemudian ia melanjutkan studi ke Universitas Melbourne dengan beasiswa yang diperolehnya.

Pendidikan di Australia selesai pada tahun 2003, dan mulai mengawali karir sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Jakarta. Setahun berselang, ia mengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Sosoknya juga sering menjadi narasumber untuk membedah kasus kriminal besar di Indonesia.

Daftar kasus yang pernah melibatkan namanya antara lain pembunuhan berencana Brigadir Yosua, kasus kepemilikan narkoba 5 kg oleh Teddy Minahasa selaku mantan Kapolda Sumbar, dan sebagainya.

Reza Indragiri dibesarkan oleh sang ibu sejak berusia 1,5 tahun, saat ini ia memiliki keluarga kecil dengan dua anak dan seorang istri. (Suara.com)

Load More