- Moody’s resmi merevisi prospek (outlook) tujuh perusahaan non-keuangan kakap di Indonesia dari Stabil menjadi Negatif.
- Langkah ini menjadi "efek domino" setelah Moody’s lebih dulu menyematkan status negatif pada peringkat surat utang (sovereign rating) Pemerintah Indonesia di level Baa2.
- Moody’s menekankan bahwa revisi ini bukan semata-mata karena kinerja internal perusahaan, melainkan cerminan dari meningkatnya risiko kredibilitas kebijakan di level negara.
Suara.com - Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Ratings, resmi merevisi prospek (outlook) tujuh perusahaan non-keuangan kakap di Indonesia dari Stabil menjadi Negatif.
Langkah ini menjadi "efek domino" setelah Moody’s lebih dulu menyematkan status negatif pada peringkat surat utang (sovereign rating) Pemerintah Indonesia di level Baa2.
Dalam rilis resminya pada Jumat (6/2), Moody’s menekankan bahwa revisi ini bukan semata-mata karena kinerja internal perusahaan, melainkan cerminan dari meningkatnya risiko kredibilitas kebijakan di level negara.
Moody’s menyoroti adanya penurunan kualitas dalam proses pengambilan keputusan pemerintah serta komunikasi publik yang dianggap kurang efektif selama setahun terakhir.
"Jika tren ini berlanjut, kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini menjadi fondasi stabilitas makro dan fiskal bisa terkikis," tulis Moody's.
2. Daftar Perusahaan yang Terdampak
Revisi ini menyasar lima entitas yang terkait erat dengan pemerintah (Government-Related Issuers/GRI) dan dua raksasa sektor swasta. Meskipun outlook berubah menjadi negatif, Moody's masih mempertahankan peringkat utang mereka di level Baa1 dan Baa2 untuk saat ini.
Daftar Korporasi dengan Outlook Negatif:
- PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Baa1
- PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Baa1
- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Baa2
- PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) Baa2
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Baa2
- PT United Tractors Tbk (UT) Baa2
Telkom dan Pertamina Ikut Terseret?
Baca Juga: IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Telkom dan Telkomsel sebenarnya memiliki kualitas kredit mandiri yang sangat kuat, sehingga peringkatnya berada satu tingkat di atas negara (sovereign). Namun, ketergantungan mereka terhadap ekosistem ekonomi domestik membuat Moody's tetap menyematkan outlook negatif.
Sementara bagi Pertamina, PHE, dan MIND ID, posisi mereka sangat sensitif terhadap kemampuan pemerintah dalam memberikan dukungan fiskal jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Moody’s menegaskan tidak ada peluang kenaikan peringkat dalam waktu dekat. Status outlook hanya bisa kembali ke Stabil jika prospek peringkat negara Indonesia membaik dan perusahaan mampu menjaga performa keuangan di tengah ketidakpastian makro.
Sebaliknya, jika peringkat negara benar-benar diturunkan atau dukungan pemerintah melemah, maka ketujuh korporasi di atas terancam mengalami penurunan peringkat utang secara nyata, yang berpotensi meningkatkan biaya pinjaman (cost of fund) mereka di pasar internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo
-
Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022
-
OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi
-
Industri Kretek Indonesia Terancam Mati
-
Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara
-
Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang
-
Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo
-
Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut
-
Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!
-
Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram