SuaraSumedang.id - Subsidi bahan bakan minyak (BBM) atau energi disebut semakin membengkak, dan tidak tepat sasaran lantaran masih banyak orang mampu yang ikut menikmatinya.
Pengamatan Kebijakan Publik, Agus Pambagio menilai, keputusan mengalihkan subsidi BBM ke bantuan sosial (bansos) tambahan sudah tepat.
Agus pun kemudian mengingatkan, proses penyaluran bansos harus diikuti dengan data yang benar agar bisa tepat sasaran.
"Boleh saja, asal datanya benar itukan persoalan data. Waktu terakhir Kemensos printing data itu waktu awal Covid-19, saya kebetulan berkali-kali ketemu Bu Mensos, saya nggak tahu sekarang apakah sudah ada data baru."
"Karena data nggak boleh salah, kalau salah itu orang tidak berhak (diberi bansos) akan dapat," kata Agus, dikutip dari Suara.com, pada Jumat (2/9/2022).
Kemudian, Agus mengatakan, harus ada data-data terbaru dari pemerintah agar bansos tambahan tidak salah sasaran. Terutama, dalam mengetahui seseorang itu punya gaji di bawah Rp3,5 juta.
"Datanya yang di Kemensos itu harus benar, saya belum sempat hubungi Bu Mensos."
"Syarat-syarat memang harus begitu, tapi datanya ada nggak, dari mana kita mau tahu gajinya Rp3,5 juta kan orang Indonesia hobi menipu, yang penting dapat duit gratis langsung nipu semua," kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno menilai kebijakan pemerintah mengalihkan anggaran subsidi BBM jadi bansos untuk masyarakat tidak mampu sudah tepat. Bansos ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat.
Baca Juga: Fabio Quartararo Siap Jegal Francesco Bagnaia Raih Kemenangan di MotoGP San Marino 2022
"Dari awal kami sudah menyampaikan bahwa ada baiknya pola, dan mekanisme pemberian subsidi dialihkan dari produk ke penerima. Ini (bansos) satu di antara kebijakan pemerintah yang tepat agar pemberian subsidi diberikan kepada yang butuh, dan berhak," kata Eddy.
Dia menuturkan, Komisi VII DPR mendukung pengalihan subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah rencana pemerintah menyesuaikan harga BBM.
Namun, saat pengalihan anggaran subsidi BBM menjadi bansos, ada hal yang bisa pemerintah lakukan.
Selanjutnya, kata dia untuk menjadikan subsidi tepat sasaran perlu adanya revisi Perpres No. 191/2014.
"Sehingga ada payung hukum yang jelas untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima subsidi. Itu perlu disegerakan, dan kami siap melakukan pengawasan, dan pengawalan pelaksanaan revisi perpres tersebut," kata dia.
Sumber:Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan