SuaraSumedang.Id - Kyai kondang Gus Miftah turut mengomentari instruksi Presido Joko Widodo (Jokowi) melarang ASN menggelar acara buka bersama.
Gus Miftah mengomentari instruksi tersebut melalui video singkat di akun media sosialnya termasuk Instagram sehari lalu dan dikutip Jumat 24 Maret 2023.
Dalam unggahannya di Instagram, @gusmiftah terlihat seakan menerima telefon dan seorang pejabat yang mengabari acara buka bersama dengan pejabat batal.
Gus Miftah yang mengenakan kopiah hingga hampir menutupi mata, kemudian bertanya mengapa, dijawab oleh si penelepon itu karena ada instruksi dan agar ASN irit serta terlihat sederhana.
Gus Miftah sepertinya paham dengan instruksi tesebut, namun kemudian kyai ini memberikan masukan bahwa buka bersama dengan uang pribadi itu boleh, apalagi dengan anak yatim.
Buka bersama justru akan membuat ekonomi mengalami perputaran.
Yang menarik lagi, di akhir pembicaraan Gus Miftah mengingatkan sesuatu kepada si penelepon agar berbuka puasa dengan yang setia.
"Berbuka puasa lah dengan yang setia, karena yang manis banyak bohong nya," katanya.
Sementara dalam caption postingannya Gus Miftah menulis hal berikut:
"Batal maning batal maning
Mohon bersabar ini adalah ujian
Ingat
sabar itu berat
Sabar itu susah
Sabar itu indah
Indahnya kapan?
Ya sabar sajaaaaaaa."
Postingan itu tentu saja mendapat komentar berupa dukungan dari para pengikut Gus Miftah.
Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
"Bener gus klo buka puasa g ush pake anggaran negara juga bs, arek kene yen ajak2 buka puasa urunan disit paling poll 50ewu," tulis @ria_askhadzikri'.
"Sindiran dari para Kyai biasanya paling kena," tulis @hendrickz_.
"Dari sini saya bertanyea tanyea...... Brarti pejabat kalo buka puasa pake duit negara kah....Betapa sedih nya hati ini... Seorang pejabat semiskin itu... Utk berbuka saja tidak punya duit pribadi...," tulis @ariefsuradjie.
"Njaiiiiii,,pkoknya abah @gusmiftah tiada duanya, awalnya ciyussss,endinya ngekrekkkk, gwe weteng kaku," tulis @trip62708. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel