SUARA SUMEDANG – Di Sumedang terdapat sebuah pohon mangga raksasa yang unik.
Penduduk sekitar menyebut pohon mangga ini dengan nama ‘buah warna’, dimana dalam bahasa Sunda, kata ‘buah’ sendiri adalah sebutan untuk buah mangga.
Pohon buah warna ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu bisa menghasilkan 7 jenis buah mangga yang berbeda dalam satu pohon.
Menurut sejarah, pohon peninggalan zaman kerajaan ini usianya sudah mencapai 800an tahun.
Dilansir dari kanal YouTube Vlog Tahu Sumedang pada (12/7/2021), dengan usia mencapai ratusan tahun itu, pohon buah warna memiliki nilai sakral bagi warga Cibugel khususnya, dan juga bagi warga Sumedang pada umumnya.
Nilai sakral dari pohon buah warna melahirkan legenda kearifan lokal dan filosofi berpikir yang bisa diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Awalnya ada sembilan pohon, tapi sebagai filosofi umatnya yang satu ikatan, sembilan pohon tersebut disatukan. Tapi, sekarang tinggal tujuh,” ungkap Pak Budi, juru kunci buah warna generasi keempat.
Pak Budi juga mengatakan bahwa pohon buah warna menjadi penanda ketika terjadi pemberontakan G30S PKI, saat dahan pohon meranggas mati, tidak berbekas.
Tidak hanya itu, saat terjadi perang bara (barisan rakyat), dahannya juga meranggas mati satu, dan itu pun juga tidak berbekas pada pohonnya.
Meskipun dalam satu pohon, buah warna ini memiliki rasa berbeda-beda yang kemudian dijadikan filosofi.
“Iya, dari bentuknya, warnanya, rasanya. Setiap bentuk dan warna buah memiliki rasa yang berbeda-beda, seperti sifat manusia yang berbeda-beda pula. Seperti itu filosofinya,” terang Pak Budi.
Pak Budi menegaskan, pohon buah warna tidak boleh dipetik atau diperjualbelikan.
Jika ingin menyantap buah warna itu, harus sabar menunggu sampai buah tersebut terjatuh dengan sendirinya.
Fakta lain menyebutkan, jika larangan tersebut dilanggar, dampak karmanya bukan hanya ke diri sendiri, melainkan bisa sampai pada anak cucunya.
Sumber : YouTube Vlog Tahu Sumedang
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Terseret Kasus Pencucian Uang Rafael Alun, Raffi Ahmad Langsung Gandeng Hotman Paris Lakukan Ini, Benarkah?
-
12 Wakil Indonesia Bermain di Babak 16 Besar Orleans Masters 2023, Berikut Jadwal Pertandingan dan Link Streaming
-
CEK FAKTA, Geger! 30 Artis dan 3 Grup Band Terkenal Terlibat Kasus Pencucian Uang Rafael Alun Trisambodo?
-
Waspada! BPBD Sumedang Ingatkan Warga Antisipasi Pergerakan Tanah Saat Hujan Intensitas Tinggi
-
Timnas Indonesia Berada di Grup A SEA Games 2023, Erick Thohir: Skuad U-22 Sudah Siap Tempur
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Waktu Imsak & Buka Puasa Jakarta 26 Februari 2026 Hari Ini, Catat Jam Sahur
-
5 Hal yang Membuat Samsung S26 Jadi Primadona Baru
-
7 Keuntungan Membeli Samsung S26 Bergaransi Resmi di Blibli
-
Tak Semua Huntap di Daerah Bencana Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Jadwal Imsak & Salat Palembang 26 Februari 2026 Hari Ini, Catat Waktu Sahur dan Magrib
-
5 Poin Penting Ibu Tiri di Sukabumi Tersangka Hingga Ayah Kandung Dibidik Polisi
-
Tersingkir oleh Maarten Paes, Kiper Muda Ajax Kirim Sinyal Perang Rebut Posisi Utama
-
Waktu Imsak & Buka Puasa Bandar Lampung 26 Februari 2026 Hari Ini
-
Andritany Geleng-geleng Persija Bisa Menang Lawan MU di Ternate