/
Kamis, 20 April 2023 | 13:40 WIB
Ilustrasi Syawal/Penetapan Syawal Muhammadiyah dan pemerintah (Freepik/Sketchepedia)

Suara SUMEDANG – Penetapan jadwal Hari Raya Lebaran atau Idul Fitri 1 Syawal 2023 berpotensi berbeda, begini penjelasan menuruh Muhammadiyah

Seringkali hari raya Idul Fitri antara Muhammadiyah dan pemerintah kerap terjadi perbedaan.

Idul Fitri 1444 H kali ini juga diprediksi akan ada perbedaan antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada Jumat (21/4/2023), sedangkan pemerintah pada keesokan harinya, Sabtu (22/4/2023).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syamsul Anwar mengungkap potensi perbedaan tersebut bukan hanya pada waktu Syawal saja, namun juga pada waktu Dzulhijah.

Perbedaan penetapan jadwal Idul Fitri 1444 H tersebut biasanya didasari pada pengamatan posisi hilal atau bulan sabit dengan kriteria yang berbeda baik dari Muhammadiyah maupun pemerintah.

“Menurut kriteria MABIMS, tinggi bulan sekurang-kurangnya 3 derajat dan elongasi, yaitu jarak bulan dan matahari itu 6,4 derajat. Nah, itu belum terpenuhi. Untuk dapat dilihat, itu kriteria MABIMS untuk hilal harus dapat dilihat,” ungkap Syamsul Anwar dikutip Selasa (18/4) pada Twitter @muhammadiyah.

Karena hilal belum dapat dilihat, berarti kriteria tidak terpenuhi, sehingga bulan baru terjadi pada lusa.

Syamsul Anwar juga menegaskan bahwa penetapan Idul Fitri 1444 H ini berdasarkan posisi geometris matahari-bumi-bulan.

Baca Juga: KPK Fasilitasi Keluarga Tahanan Korupsi Berkunjung pada Idul Fitri, Ini 6 Persyaratannya

Sumber : Twitter/@muhammadiyah


 
 

Load More