Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, berhasil menurunkan sekitar 11 ribu kasus stunting melalui pelaksanaan berbagai program selama dua tahun terakhir.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya Tomi Ardiyanto di Surabaya, Minggu, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus berjuang mengentaskan stunting.
"Penanganan stunting dilakukan dengan berbagai cara mulai dari sosialisasi hingga menyediakan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di puskesmas," katanya.
Pada awal masa kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Februari 2021, tercatat 12.788 balita stunting di tahun 2020.
Ia menyebut angka tersebut bukan jumlah yang sedikit sehingga Wali Kota Eri melakukan percepatan penanganan stunting.
Ada berbagai cara yang dilakukan Wali Kota Eri bersama jajarannya di Pemkot Surabaya, salah satunya membagikan sekaligus sosialisasi manfaat tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri.
Tomi mengatakan pemberian TTD secara rutin setiap seminggu sekali kepada remaja putri di sekolah atau merka bisa mengambil di puskesmas di seluruh wilayah "Kota Pahlawan" --sebutan Kota Surabaya.
"Sosialisasi TTD itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui puskesmas di masing-masing wilayah, kepada remaja putri. Selain itu ada juga giat Krida Gizi yang dilakukan oleh Saka Bakti Husada. Ada pula pemeriksaan kesehatan pada anak usia sekolah," katanya.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Surabaya ini juga menerangkan bahwa pemkot melakukan sosialisasi kepada calon pengantin tentang pencegahan stunting melalui program Pendampingan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) (Penari Tampat).
Baca Juga: Setelah Jokowi Lempar Kode Ciri Pemimpin Peduli Rakyat, Ada yang Merespons Serius, Ada yang Bercanda
Ada pula pemberian Taburan Ceria (Taburia) multivitamin dan mineral untuk balita, memberikan menu sehat pada ibu balita serta mempraktikkan demo memasak makanan sehat, pemberian bantuan makanan stunting, Kampung ASI, Jago Ceting yang digerakkan bersama PKK dan lintas sektor, imunisasi, aksi konvergensi penanganan stunting.
Dengan berbagai program itu, pemkot berhasil mengurangi stunting dari 12.788 anak pada tahun 2020 menjadi 6.722 balita pada 2021. Seiring berjalan waktu, per Oktober 2022 jumlah balita stunting berangsur turun drastis menjadi 1.055 balita.
Tomi menerangkan penurunan jumlah balita stunting itu tak lepas dari delapan aksi konvergensi dilakukan pemkot.
Secara rutin, kata dia, pemkot melakukan kegiatan Rembuk Stunting di tingkat kota, mulai dari kecamatan, kelurahan, puskesmas, PKK, tiga pilar, dan peran serta tokoh masyarakat.
"Dengan konvergensi tersebut, sehingga tersusun pemecahan masalah yang ditemukan dengan intervensi sensitif mencapai 70 persen dan spesifik 30 persen, sesuai masing-masing wilayah di kelurahan dan kecamatan," ujar dia.
Dalam menangani stunting oleh pemkot, katanya, tidak lepas dari peran Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani dengan kontribusi beragam, di antaranya memberikan edukasi dan motivasi berupa pengembangan kapasitas 6.642 TPK se-Surabaya.
"Beliau juga memberikan edukasi dan memberikan susu, mikronutrien, paket sembako bagi para ibu hamil resti (risiko tinggi, red.) stunting di setiap kelurahan. Selain itu juga melakukan memimpin program Surabaya Emas (Eliminasi Masalah Stunting)," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru