/
Rabu, 14 Desember 2022 | 20:15 WIB
Ronaldo Luís Nazário de Lima [Shutterstock] (Shutterstock)

Legenda Brazil Ronaldo Luis Nazario mengatakan bahwa Neymar membutuhkan bantuan psikologis usai debutnya di Piala Dunia 2022

Neymar secara terang-terangan mengakui bahwa  setelah kekalahan Brazil di perempat final Piala Dunia  dari Kroasia melalui adu penalti kemarin bahwa ia hancur secara psiklogis.

 "Saya akan menyarankan memiliki dukungan psikologis untuk menahan tekanan ini, yang sangat tidak proporsional bagi manusia," kata Ronaldo .

"Neymar akan kembali dengan semangat yang sama, dengan keinginan yang sama. Tapi saya ingin memperkuat kebutuhan ini untuk memantau kesehatan mental para pemain kami... Sangat penting bagi kami untuk mengatasi masalah ini, terutama terkait dengan Piala Dunia, di mana seluruh dunia melihat tim nasional. Dunia sedang melihat Neymar," ujarnya. 

Neymar kini telah berusia 30 tahun, ia belum sekalipun mempersembahkan gelar Piala Dunia bagi negaranya. 

"Ketika saya melihat wawancara [Neymar] mengatakan bahwa dia hancur secara psikologis, itu menghancurkan hati saya karena saya juga hancur secara psikologis," kata Ronaldo.

"Saya ingin menemukan cara untuk membantunya. Bantuan itu ada hari ini. Di zaman saya, bantuan itu jarang dibicarakan," imbuhnya. 

Neymar saat ini menyamai rekor Pele sebagai pencetak gol terbanyak bagi Timnas Brazil dengan 77 golnya yang dicetak pada laga perempat final melawan Kroasia kemarin. 

Ronaldo mengatakan di awal turnamen bahwa dia terkejut dengan tingkat kecemburuan dan kejahatan yang harus dihadapi Neymar setelah cedera dalam pertandingan pembuka grup mereka melawan Serbia.

Baca Juga: Otis Pamutih Belum Sempat Bangun Masjid karena Keburu Meninggal, Anak Berharap Bisa Mewujudkan

Beberapa orang Brasil merayakan ketidakberuntungan Neymar dan pemenang Piala Dunia Brasil dua kali itu menyarankan penyerang Paris Saint-Germain untuk mengubah kebencian yang dia dapatkan menjadi bahan bakar.

Ronaldo mengatakan Neymar seharusnya tidak terlalu keras pada dirinya sendiri. "Tidak ada risiko membuang apa pun yang telah Anda lakukan dalam karier Anda. Semua yang telah Anda lakukan sudah selesai. Neymar dikuduskan. Logikanya semua orang ingin memenangkan Piala Dunia, dan semua orang mulai menyadari bahwa itu tidak mudah. Kami memiliki lima bintang [Piala Dunia], kami adalah pemenang terbesar," tuturnya. 

Load More