Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan para pemain harus menghormati sepak bola dan tidak memprotes di lapangan karena para penggemar ingin melupakan masalah mereka selama pertandingan.
Berbicara pada konferensi pers penutupan Piala Dunia pada hari Jumat, Infantino mengatakan FIFA harus menjaga semua orang. "Kami adalah organisasi global, kami tidak harus mendiskriminasi siapa pun berdasarkan undang-undang apa pun, rezim apa pun, nilai dan perasaan apa pun yang mereka punya," kata Infantino.
“Ini bukan tentang melarang atau tidak melarang. Ini tentang menghormati peraturan; kami memiliki peraturan yang mengatakan di lapangan permainan, Anda bermain sepak bola, dan itulah yang kami lakukan. Setiap orang bebas mengungkapkan pandangannya, pendapatnya, keyakinannya, cara yang diyakininya, asalkan dilakukan dengan cara yang terhormat," imbuhnya.
Infantino mengatakan bahwa ketika pemain datang ke lapangan, ke lapangan permainan, Anda harus menghormati sepak bola, Anda harus menghormati lapangan permainan, dan peraturan ini ada karena alasan ini. Menurutnya, ini bukan hal baru; mereka ada karena alasan ini. untuk menghormati dan melindungi 211 tim sepak bola, bukan 211 kepala negara, rezim, atau apa pun yang Anda miliki.
"Ini adalah 211 tim sepak bola dan penggemar mereka yang ingin datang dan menikmati sepak bola, dan untuk inilah kami berada di sini, dan sejujurnya, saya percaya bahwa kami membela nilai-nilai, kami membela hak asasi manusia, kami membela hak semua orang. di FIFA, di Piala Dunia," ucap Infantino.
"Tapi saya juga percaya bahwa para penggemar yang datang ke stadion -- 80.000, 70.000, 90.000 dan miliaran penggemar yang menonton Piala Dunia di TV, mungkin -- kita harus memikirkannya -- dan saya katakan ini terus terang kepada semua orang: setiap orang memiliki masalah mereka sendiri," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
5 Aroma Terapi Ruangan Alami yang Bikin Rumah Lebih Wangi dan Nyaman
-
Timnas Brasil Pertahankan Rekor 44 Tahun di Piala Dunia Usai Kalahkan Skotlandia
-
Kekeringan Ekstrem Landa Lombok Barat, 4.245 KK Krisis Air
-
4 Kulkas Mini Murah dan Hemat Listrik, Daya Mulai 20 Watt
-
Venezuela Diguncang Gempa Bumi 'Raksasa' 7,2 SR, Korban Berjatuhan
-
Mendagri Hadiri Puncak PENAS XVII 2026, Dukung Penguatan Petani dan Nelayan di Gorontalo
-
Menggugat Orkestrasi Dukungan MBG: Gerakan Murni atau Pertunjukan Politik?
-
Mendagri Tegaskan Penguatan Program Bedah Rumah sebagai Bentuk Keberpihakan kepada Rakyat
-
4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
-
Bola Tertua di Dunia Dipamerkan di Laga Skotlandia vs Brasil, Ini Alasan Sakralnya