Kipers senior Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa ingin laga antara Persija melawan PSS Sleman yang sempat tertunda akibat lapangan yang tergenang air segera menemui titik terang terkait dengan jadwal kelanjutan partai tersebut.
Kiper berusia 30 tahun itu mengatakan bahwa dirinya sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk pertandingan tersebut.
“Kami sudah mempersiapkan segalanya untuk laga melawan PSS. Namun patut disayangkan laga harus ditunda akibat lapangan tergenang air karena hujan deras,” ucap Andritany, Sabtu (24/12/2022).
“Saya berharap jadwal laga tunda bisa ditentukan lebih cepat agar persiapan tim kami lebih baik dari yang kemarin,” ujarnya melanjutkan.
Laga pekan ke-17 Liga 1 2022/2023 sekaligus partai terakhir Persija Jakarta di periode 2022 terpaksa dihentikan di tengah jalan. Penyebabnya adalah lapangan di Stadion Manahan, Solo, Jumat (23/12/2022) sore, tergenang air karena hujan deras.
Hujan dengan volume kecil memang sudah turun di Manahan saat kedua tim melakukan pemanasan sebelum laga. Hingga akhirnya di babak kedua hujan yang turun begitu deras sehingga fungsi drainase lapangan terhambat dan pandangan pemain pun terbatas.
Dalam situasi pertandingan, Persija sebetulnya mampu menguasai pertandingan di babak pertama. Beberapa peluang dari Rezaldi Hehanussa dan Riko Simanjuntak sempat mengancam gawang PSS.
Namun, usaha Persija untuk terus menggempur pertahanan PSS terpaksa dihentikan. Hujan bertambah deras saat babak kedua dimulai hingga akhirnya pada menit 47’ pertandingan tak bisa dilanjutkan.
Setelah menunggu 2 x 30 menit, perwakilan PT Liga Indonesia Baru (LIB), perangkat pertandingan, dan perwakilan kedua tim, menggelar emergency meeting dan memutuskan pertandingan ditunda. Meski demikian, belum ada jadwal baru untuk melanjutkan laga tersebut.
Baca Juga: Kronologi Konflik Keraton Surakarta, Masalah Internal Kerajaan Tak Kunjung Reda
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon