/
Kamis, 20 Juli 2023 | 10:51 WIB
Ilustrasi Pembunuhan (Antara)

Kasus kejahatan menimpa seorang bocah berusia 13 tahun. Ia ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di halaman rumahnya sendiri. Mirisnya, pelaku cuma dituntut dengan hukuman ringan. 

Kejadian nahas ini menimpa bocah 13 tahun asal Korsel bernama Kwong Seungmin. Saat ditemukan tewas dengan luka misterius di halaman rumah, terdapat juga 4 lembar surat berisi pesan terakhir korban. 

Peristiwa ini terjadi pada 20 Desember 2011. Di hari nahas itu, ibu korban sempat berpamitan dengan korban saat akan berangkat kerja. 

Setelah sampai di tempat kerja, ibu korban lantas mendapat telepon dari pihak sekolah anaknya yang mengabarkan Kwong Seungmin tidak masuk sekolah. 

Ibu korban terang saja kaget dan langsung menghubungi Kwong Seungmin. 

"Buru-buru sang Ibu menelepon Min lewat panggilan cepat yang sudah diaturnya. 1 untuk nomor telepon rumah, 2 untuk suaminya, 3 untuk anak pertama dan 4 untuk anak bungsunya, Seungmin. Tidak ada nomor yang Anda simpan, harap periksa kembali" cuit akun @apriseuldiyana yang bersumber dari tayangan SBS. 

Khawatir dengan kondisi ini, sang ibu bergegas pulang ke rumah. Belum sampai ke rumah, ia mendapat telepon lagi dari pihak kepolisian bahwa anaknya ditemukan meninggal dunia. 

Menurut keterangan pihak kepolisian, dari TKP terdapat surat berisi empat lembar yang ditulis korban. 

Dari hasil visum kedokteran, korban ditemukan dengan luka di sekujur tubuh. Ditemukan bekas luka memar di kaki, tangan, perut bahkan bagian bokong. 

Baca Juga: Terungkap! Skenario Pembunuhan Berencana yang dilakukan Ferdy Sambo ke Brigadir Yosua

Menurut dokter, luka di bagian bokong bukanlah luka baru. Lantas siapa pelakunya? 

Dari hasil invetigasi kepolisian terkuak, pelaku pembunuh anak 13 tahun itu ternyata rekannya sendiri di SMP yakni Jaewoo dan Yunho. 

Korban sejak Maret 2011 kerap mendapat perundungan dan penyiksaan dari kedua pelaku berawal dari bermain gim. 

Bahkan pelaku Jaeweoo juga memeras uang korban. Diketahui bahwa korban memiliki uang dari bekerja sebagai pencabut poster di jalanan Korea. 

Investigasi kepolisian menyebut bahwa korban mendapat siksaan secara fisik dari kedua pelaku. Korban dipukuli dengan bambu hingga tongkat kayu. 

Dari rekaman CCTV terlihat bagaimana kedua pelaku kerap masuk ke rumah korban saat tidak ada orang tua. Dua bulan sebelum korban wafat, kedua pelaku tercatat 30 kali ke rumah korban. 

Load More