Kasus kejahatan menimpa seorang bocah berusia 13 tahun. Ia ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di halaman rumahnya sendiri. Mirisnya, pelaku cuma dituntut dengan hukuman ringan.
Kejadian nahas ini menimpa bocah 13 tahun asal Korsel bernama Kwong Seungmin. Saat ditemukan tewas dengan luka misterius di halaman rumah, terdapat juga 4 lembar surat berisi pesan terakhir korban.
Peristiwa ini terjadi pada 20 Desember 2011. Di hari nahas itu, ibu korban sempat berpamitan dengan korban saat akan berangkat kerja.
Setelah sampai di tempat kerja, ibu korban lantas mendapat telepon dari pihak sekolah anaknya yang mengabarkan Kwong Seungmin tidak masuk sekolah.
Ibu korban terang saja kaget dan langsung menghubungi Kwong Seungmin.
"Buru-buru sang Ibu menelepon Min lewat panggilan cepat yang sudah diaturnya. 1 untuk nomor telepon rumah, 2 untuk suaminya, 3 untuk anak pertama dan 4 untuk anak bungsunya, Seungmin. Tidak ada nomor yang Anda simpan, harap periksa kembali" cuit akun @apriseuldiyana yang bersumber dari tayangan SBS.
Khawatir dengan kondisi ini, sang ibu bergegas pulang ke rumah. Belum sampai ke rumah, ia mendapat telepon lagi dari pihak kepolisian bahwa anaknya ditemukan meninggal dunia.
Menurut keterangan pihak kepolisian, dari TKP terdapat surat berisi empat lembar yang ditulis korban.
Dari hasil visum kedokteran, korban ditemukan dengan luka di sekujur tubuh. Ditemukan bekas luka memar di kaki, tangan, perut bahkan bagian bokong.
Baca Juga: Terungkap! Skenario Pembunuhan Berencana yang dilakukan Ferdy Sambo ke Brigadir Yosua
Menurut dokter, luka di bagian bokong bukanlah luka baru. Lantas siapa pelakunya?
Dari hasil invetigasi kepolisian terkuak, pelaku pembunuh anak 13 tahun itu ternyata rekannya sendiri di SMP yakni Jaewoo dan Yunho.
Korban sejak Maret 2011 kerap mendapat perundungan dan penyiksaan dari kedua pelaku berawal dari bermain gim.
Bahkan pelaku Jaeweoo juga memeras uang korban. Diketahui bahwa korban memiliki uang dari bekerja sebagai pencabut poster di jalanan Korea.
Investigasi kepolisian menyebut bahwa korban mendapat siksaan secara fisik dari kedua pelaku. Korban dipukuli dengan bambu hingga tongkat kayu.
Dari rekaman CCTV terlihat bagaimana kedua pelaku kerap masuk ke rumah korban saat tidak ada orang tua. Dua bulan sebelum korban wafat, kedua pelaku tercatat 30 kali ke rumah korban.
Mirisnya kedua pelaku hanya dituntut hukuman ringan yakni 3 tahun bahkan saat naik banding, hukuman keduanya menjadi lebih ringan hanya 2 tahun penjara.
Belajar dari kasus ini, pemerintah Korsel kemudian mengubah hukuman pindana dari 14 tahun menjadi 12 tahun dan membuka hotline 117 untuk melaporkan kasus bullying di sekolah.
Berita Terkait
-
Nathalie Holscher Pakai Rok Mini dan Digandeng Cowok, Sekarang Sudah Bebas?
-
Ngoceh Gak Jelas hingga Angkat Kaki di Podcast Marlo, Keisya Levronka Banjir Hujatan Warganet: Kayak Orang Nge-Fly
-
Siapakah Sosok Crazy Rich PIK yang Gelar Pernikahan Anjing? Ini Jawabannya
-
6 Fakta Menarik Barbie yang Tayang Perdana Hari Ini: Viral Barbenheimer, Diboikot di Vietnam
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement