Kumpulan Berita PONTIANAK Terbaru Dan Terkini
-
Pemkot Pontianak Perbanyak Trotoar, Ingin Bangun "Sport City" di Wilayahnya
kalbar -
Edi Rusdi Kamtono Ajak Masyarakat Matikan Lampu Selama 60 Menit saat Earth Hour
kalbar -
Tahun Ini Festival Meriam Karbit di Pontianak Kembali Ditiadakan, Suci Mengaku Kecewa, Malam Idul Fitri Jadi Tak Meriah
kalbar -
Tak Bisa Dihubungi, Seorang Pria di Desa Purun Kecil Rupanya Sudah Tewas Gantung Diri
kalbar -
Bisnis Menjanjikan, Buka Warkop Bisa Kurangi Pengangguran
bisnis -
Edi Rusdi Kamtono: Warkop di Pontianak Banyak Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Permudah Perizinan
kalbar -
Keren, Meriam Karbit sampai Sayur Keladi Masuk dalam Delapan Karya Budaya Pontianak Warisan Budaya Takbenda Indonesia
kalbar -
Soroti Pembangunan di Kota Pontianak, Ini Tanggapan Gubernur Kalbar Sutarmidji
kalbar -
Produk Sulam Kristik Kombinasi Rajutan Karya UMKM Pontianak Diminati Pengunjung Inacraft, Pembeli Ada yang dari India
kalbar -
Jelang Ramadhan Harga Gula Merangkak Naik di Pontianak, Nurmiaty Bingung Bikin Kopi untuk Suami
kalbar -
Hidup Sebatang Kara di Rumah Kontrakan, Lansia di Pontianak Ditemukan Tewas Gantung Diri
kalbar -
Tegas, Ketua MUI kalbar Sebut Nikah Beda Agama Tidak Sah Secara Islam
kalbar -
Penjual Rempah di Pasar Kemuning Pontianak Mengeluh,Harga Cabai Kering Kini Rp 80 Ribu per Kilogram
kalbar -
Kisah Dua Pasutri Nikah Beda Agama yang Dapat Ijin PN Pontianak, Sempat Datang ke Disdukcapil Namun Permohonan Ditolak
kalbar -
Objek Swafoto, Destinasi Wisata Pecinan Pontianak Chinatown Indonesia Bikin Pameran Lukisan yang Terpajang di Tembok
kalbar -
Milenial Kalbar Panggil Ganjar dengan Sebutan Ayah, Deklarasikan Dukung Capres 2024
kalbar -
Dilempar Kursi Oleh Suami Hingga Memar, Warga Pontianak SI Lapor Polisi
kalbar -
DLH Kerja Keras Awasi TPS, Kota Pontianak Produksi 300 Ton Sampah Tiap Hari
kalbar -
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin Nilai Dinsos Kurang Tegas Atasi Pengamen dan Pengemis: Jangan Cuma Sosialisasi
kalbar -
Pengemis dan Pengamen di Lampu Merah Pontianak Bisa Kantongi Rp 600 Ribu Sehari, Warga Mengeluh: Terkesan Maksa
kalbar -
GMKI Pontianak Sebut Pemerintah Lalai dalam Memastikan Ketersediaan Minyak Goreng Bagi Rakyatnya
kalbar