Berapa gaji tukang parkir pesawat atau marshaller?
Mungkin Anda pernah bertanya-tanya soal itu di dalam pikiran. Berbeda dengan tukang parkir lainnya, petugas parkir pesawat ini diharuskan memiliki keahlian khusus dalam mengarahkan pesawat yang hendak parkir.
Tentu saja ini bukan keterampilan yang mudah dan butuh waktu untuk mempelajarinya. Itu sebabnya, gaji marshaller sedikit berbeda dengan kebanyakan tukang parkir. Selain itu, gaji tukang parkir pesawat juga memiliki perbedaan di tiap-tiap negara.
Mengutip ZipRecruiter, Kamis (25/5/2022), rata-rata gaji tahunan marshaller atau tukang parkir pesawat di Amerika Serikat per 1 Desember 2021 adalah US$ 43.861 per tahun atau sekitar Rp 622 juta (kurs dolar Rp 14.200).
Jika disederhanakan, itu kira-kira US$ 21,09 atau sekitar Rp 299 ribu per jam. Dan setara dengan US$ 843 atau Rp 11,9 juta per minggu atau US$ 3.655 atau Rp 51,9 juta per bulan.
Kisaran gaji yang bervariasi ini menunjukkan kemungkinan ada banyak peluang untuk peningkatan gaji berdasarkan keterampilan, lokasi dan pengalaman.
Sementara, gaji tukang parkir pesawat yang berada di atas rata-rata adalah di San Fransisco dilanjutkan dengan San Jose di California dan Fremont. San Jose mengalahkan rata-rata nasional sebesar US$ 6.627 atau sekitar Rp 94 juta (15,1%), dan San Francisco, berada di atas rata-rata dengan US$ 9.983 atau sekitar Rp 141 juta (22,8%).
Kemudian, di Indonesia sendiri dikutip dari detikTravel, gaji tukang parkir pesawat berkisar antara Rp 4-6 juta per bulan. Ini jawaban dari Arif Husni yang telah bekerja sebagai tukang parkir pesawat Gapura Angkasa selama 10 tahun.
"Perkiraan saja ya, antara Rp 4-6 juta," tegas Arif kepada detikcom di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Penasaran Berapa Gaji Selebgram Sebulan?
Peran tukang parkir pesawat begitu penting karena mereka menjadi kepanjangan mata pilot. Lewat gerak badan, mereka memberi arah persis di mana pesawat harus berhenti, selain itu juga memastikan bahwa jalur taxi dan area parkir pesawat bebas dari segala benda asing.
Hebatnya, tukang parkir pesawat harus tetap bekerja di tengah kondisi buruk seperti hujan dan badai. Hal itu dilakukan demi memastikan pesawat terparkir dengan baik.
Tukang parkir pesawat juga dituntut memahami aturan yang cukup banyak dan ketat. Mereka hanya bisa memarkirkan lima pesawat ke area parkir setiap harinya. Biasanya mereka menggunakan bet dan lampu marshalling seperti polisi lalu lintas. Bet tersebut berbentuk bulat dan bergagang kayu, seperti raket pingpong atau tenis meja.
Pada umumnya, tukang parkir pesawat bisa bekerja 13 jam sehari atau lewat shift yang diselingi istirahat atau break. Biasanya jam kerja mereka adalah pukul 06.00-19.00 dan 18.00-07.00 pagi.
Persyaratan Jadi Marshaller
Untuk menjadi seorang marshaller, syarat minimal usia saat pendaftaran adalah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun.
Selain itu ada yang mematok usia maksimal 24 tahun untuk pendaftar baru.
Termasuk, seorang marshaller harus memenuhi ketentuan minimal mata minus dan tinggi badan baik untuk pria dan wanita. Di samping itu memiliki kepribadian yang baik dan berorientasi pada pelayanan.
Pihak maskapai biasanya akan menyelenggarakan pelatihan untuk para marshaller baru yang sudah lolos seleksi. Pelatihan itu meliputi pemahaman dunia aviasi dan cara membaca sinyal.
Itulah penjelasan gaji marshaller atau tukang parkir pesawat. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan menambah wawasan Anda.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Era Baru Timnas Indonesia, Marc Klok Bicara Chemistry dan Filosofi Jelang FIFA Series 2026
-
Viral! Ibu Kos Rutin Siapkan Buka Puasa Gratis, Penghuni Bongkar Harga: Keuntungannya Seuprit
-
Studio Toge Productions Pertimbangkan Pergi dari Indonesia Usai Ngaku 'Dipalak' Pajak
-
Strategi Live Maraton dan Konten Kreatif Jadi Kunci Dongkrak Transaksi E-Commerce di Musim Ramadan
-
Punya Jam Tangan Rp2,5 Miliar, Berapa Gaji Gubernur Kaltim yang Minta Mobil Dinas Rp8,5 M?
-
Mantan Bos GoTo Bongkar Asal-Usul Dana Rp809 M di Sidang Chromebook: Hasil 32 Juta Lembar Saham Baru
-
Harga Emas Batangan di Pegadaian Rontok Semua, Bisa Borong Lebih Murah!
-
Manchester Is Red! MU Naik ke Peringkat 4 usai Terus Menang
-
Mydervia Gandeng BTL Aesthetics Hadirkan Exion: Solusi Estetika Berbasis AI Pertama di Yogyakarta
-
Kejutan Besar Playoff Liga Champions: Atalanta Menang Dramatis dan Nasib Tragis Juventus di Kandang