Legenda hidup sepak bola Brazil, Gilberto Silva mengomentari penampilan pemain Manchester United Casesmiro di Timnas Brazil. Pemain bola yang mempunyai peran yang sama sebagai gelandang tengah Brazil itu mengatakan bahwa apa yang dilakukan Casemiro sudah persis dengan apa yang ia lakukan bersama Brazil di Piala Dunia tahun 2002 yakni menjadi pemain yang tak terlihat.
“Tugas saya ketika Brazil menjuarai Piala Dunia 2002 adalah menjadi tidak terlihat di lapangan - jika saya melakukannya dengan benar, itu membuat segalanya lebih mudah bagi para pemain di depan saya, juga untuk diri saya sendiri,” kata pemain yang bermain untuk Arsenal ini.
“Ini adalah situasi yang sama sekarang untuk Casemiro, gelandang bertahan yang berada di jantung tim Brazil ini mencoba mengakhiri penantian 20 tahun kami untuk memenangkannya lagi. Dia memiliki tanggung jawab besar di posisi lama saya,” tambahnya lagi.
Sama seperti tahun 2002, kata dia, Brazil memiliki banyak penyerang untuk membuat perbedaan di lini depan. Bukan hanya Neymar, tapi semua penyerang Brazil yang bermain di Piala Dunia Qatar saat ini.
“Saya bisa mengerti mengapa beberapa orang hanya berbicara tentang bagian dari tim kami, tetapi untuk memenangkan Piala Dunia, Anda harus mengingat bagian lain juga. Siapa pun yang dipilih manajer untuk bermain lebih jauh ke depan sekarang, penting bagi kami untuk menjadi kuat secara defensif,” katanya.
Saat ini, menurutnya, Brazil memiliki keseimbangan yang tepat. Gilberto senang dengan empat yang dimiliki Brazil sekarang dan juga dengan para pemain depan mereka yang membuat tim menjadi solid. “Di sinilah kecerdasan Casemiro memegang kuncinya,” ujarnya.
Mengomentari peran Casemiro sebagai pemain yang tidak terlihat, Gilberto mengatakan bahwa mempunyai peran seperti itu bukanlah hal yang mudah. “Hal yang paling sulit untuk dipahami oleh beberapa pemain tentang peran ini adalah apa yang harus dilakukan saat Anda tidak menguasai bola, karena terkadang di posisi ini Anda tidak mendapatkannya sebanyak yang lain,” terangnya.
“Anda melihat beberapa pemain terganggu ketika itu terjadi. Mereka menginginkan bola, mereka tidak mendapatkannya. Sehingga mereka frustasi dan kehilangan posisi. Itu mungkin hanya sepersekian detik, tapi itu sudah cukup. Jika Anda mengosongkan ruang di mana Anda seharusnya berada, maka tim Anda akan terbuka dan lawan Anda akan memiliki peluang,” tutupnya.
Baca Juga: Dramatis! Serbia Balikkan Keadaan di Akhir Laga, Kamerun Gigit Jari di Akhir Babak Pertama
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
5 Cara Memakai Sunscreen Spray yang Benar, Bukan Asal Semprot
-
Polisi Selidiki Temuan Senjata Api dan Airsoft Gun di Yayasan Sekolah Swasta Jaksel
-
Urutan Pemakaian Cleansing Balm, Facial Wash, dan Toner yang Benar
-
Tuntutan Diproses Pemerintah, Said Iqbal Pastikan Tak Ada Demo Buruh Besar-besaran hingga September
-
Menjaga Amanah Wakaf Hijau: Niat Mulia Jangan Mangkrak di Atap Masjid
-
4 Cushion Glowing Terbaik untuk Kulit Kering agar Tidak Patchy
-
Drama Law School, Perjuangan Mahasiswa Hukum Membongkar Misteri Pembunuhan
-
Durasi Capai 135 Menit, Film Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Franchise
-
Satu per Satu Kedoknya Dibongkar! Infantino Suap Maroko, Iming-imingi Final Piala Dunia
-
Indonesia di Ujung Tanduk, John Herdman Bongkar Kunci Garuda untuk Tekuk Singapura