Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) membuka proses disipliner kepada asosiasi sepak bola Serbia usai timnya menggantungkan bendera kontroversial yang menggambarkan bendera kosovo di ruang ganti mereka pada laga melawan Brasil kemarin.
Bendera itu menunjukkan bendera kebesaran Kosovo yang diisi dengan bendera Serbia dengan tulisan tidak menyerah. Ketegangan memuncak antara etnis Serbia dan pemerintah pimpinan Albania di Kosovo, di tengah ke khawatiran itu kekerasan dapat terjadi lagi 23 tahun setelah perang Kosovo.
Kosovo sendiri telah mendeklarasikan diri dari Serbia pada 2008 lalu. Akan tetapi, Serbia menolak dan tidak mengakui kemederkaan yang dideklarasikan Kosovo tersebut.
Pada Jumat (25/11/2022), federasi sepak bola Kosovo (FFK) mengajukan keluhan mereka kepada FIFA, badan sepak bola dunia, atas "retorika chauvinistik" yang dilakukan Serbia.
Dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan bahwa tindakan chauvinisme seperti itu tidak memiliki tempat dalam acara olahraga, apalagi di dalam fasilitas di mana acara terbesar sepak bola dunia berlangsung.
Oleh karena itu FFK, sebagai anggota yang setara dengan semua anggota FIFA lainnya, menuntut agar FIFA mengambil tindakan sanksi terhadap tindakan yang menghasut kebencian antara orang-orang dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Lebih lanjut mereka juga mengatakan bahwa tindakan ini tidak dapat diterima untuk dilakukan secara diam-diam. “Oleh karena itu kami sangat meminta agar FIFA secara tegas menerapkan peraturannya dan menghukum federasi sepak bola Serbia atas tindakan agresif ini dan bertentangan dengan nilai-nilai yang disampaikan sepak bola,".
Menteri Olahraga Kosovo, Hajrulla Ceku, mengatakan pihaknya mengharapkan tindakan konkret dari FIFA terhadap pesan kebencian, xenofobia, dan genosida Serbia.
Proses FIFA dibuka berdasarkan pasal 11 kode disiplin FIFA, yang merupakan perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play dan termasuk menggunakan acara olahraga untuk demonstrasi yang bersifat non-olahraga, serta pasal empat peraturan Piala Dunia 2022 yang mengacu pada tanggung jawab tim di turnamen.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ruang Ganti Jepang Kotor Usai Kalah dari Kosta Rika, Benarkah?
Kosovo diterima di UEFA dan FIFA pada 2016 tetapi di bawah aturan UEFA, Serbia dan Kosovo tidak bisa bermain satu sama lain di kualifikasi Piala Dunia karena ketegangan antara kedua negara.
Serbia dikalahkan 2-0 oleh Brazil dalam pertandingan pembuka Piala Dunia mereka di Qatar pada hari Kamis, dan melawan Kamerun pada pertandingan Grup G berikutnya pada hari Senin. Sementara Kosovo tidak lolos ke Piala Dunia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus