Fans Wales berkumpul di Wrexham untuk menyaksikan pertandingan terakhir mereka di Piala Dunia pertamanya setelah absen dalam 64 tahun. Mereka datang dengan mengenakan topi ember dan kemeja merah cerah, dengan harapan dapat lolos ke babak 16 besar.
Saat penampilan pertama mereka di Piala Dunia sejak absen 64 tahun lalu ini akhrinya diakhiri oleh Inggris yang berhasil mengatasi Gareth Bale dkk, para penggemar meninggalkan zona penggemar Wrexham dengan kecewa. Akan tetapi, mereka tidak bangga dengan pencapaian tim mereka dan pulang dengan kepala tegak.
“Sungguh hebat bahwa Wales baru saja tiba di Qatar – itu menempatkan kami di peta. Alangkah baiknya jika kami bisa bermain lebih baik, tapi itu menghembuskan kehidupan dan kesadaran ke dalam budaya kami, bahasa kami. Itu menyatukan semua orang. Terlepas dari hasilnya, Gareth, memegang bendera naga Welsh-nya, bersikeras: "Saya pikir Wales adalah tim terbaik di dunia,” kata salah seorang suporter usai pertandingan.
Pada Selasa malam, ribuan orang berkumpul di luar layar lebar di jalan raya di depan Wynnstay Arms Hotel, tempat Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) didirikan untuk menonton pertandingan Wales melawan Inggris. Wrexham adalah kota perbatasan, dengan banyak orang Inggris yang tinggal dan bekerja di sana, tetapi mereka tidak mengenakan atribut Inggris sehingga yang terlihat hanya lautan suporter Wales.
Ratusan orang juga menonton pertandingan di lingkungan yang lebih nyaman di T Pawb (Rumah Semua Orang), sebuah pasar/ruang seni. Mei Emrys, seorang musisi yang menghibur mereka sebelum pertandingan dengan beberapa lagu Welsh yang meriah, mengakui bahwa dia sedikit kecewa karena Wales tidak bermain sebaik mungkin.
“Tapi dua generasi bahkan belum melihat Wales lolos ke Piala Dunia. Anda berharap kami akan kembali untuk Euro dalam dua tahun dan Piala Dunia berikutnya. Dan itu lebih tentang tim sepak bola. Anda tidak akan mendapatkan panggung yang lebih baik dari ini untuk mempromosikan Wales, bahasa kami, budaya kami,” ujar Mei.
Wales terpaksa harus tersingkir di Piala Dunia 2022 setelah mereka hanya mampu finish sebagai juru kunci di Grup B. Mereka hanya meraih satu kali seri dan sisanya mengalami kekalahan. Seri melawan Amerika Serikat pada pertandingan pembuka, dan kalah melawan Iran dan Inggris.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Warga Jaksel dan Jaktim Harap Bersiap, Hujan Ringan Diprediksi Turun Jumat Malam
-
6 Malam 6 Wilayah Iran Hancur Dibom Amerika Serikat
-
Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus
-
Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim
-
Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara
-
Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP