Fase setelah demam turun merupakan fase kritis sehingga pasien harus diawasi secara ketat. Tanda bahaya yang perlu diawasi pada fase ini antara lain:
* Nyeri perut yang berat
* Muntah-muntah tidak kunjung berhenti
* Lemas setelah sudah merasa membaik
* Gelisah
* Gusi berdarah atau mimisan
* Muntah berdarah
* Buang air besar berdarah
* Jantung berdebar
* Napas cepat
* Kulit dingin, pucat, dan basah
Kapan Harus ke Dokter
Periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda mendadak demam tinggi disertai gejala awal demam berdarah lainnya. Segera ke dokter jika mengalami tanda-tanda bahaya seperti yang telah disebutkan di atas setelah demam turun.
Diagnosis Demam Berdarah
Diagnosis demam berdarah dilakukan dengan menanyakan gejala yang dialami pasien, riwayat perjalanannya, dan kejadian DBD di wilayah tempat tinggal pasien.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Pada pemeriksaan awal, dokter akan melakukan tourniquet test dengan alat pengukur tekanan darah. Tujuannya adalah untuk memeriksa risiko terjadinya kebocoran pembuluh darah.
Guna memastikan diagnosis, dokter juga dapat melakukan rangkaian tes darah berikut ini:
- Pemeriksaan antigen NS1, untuk mendeteksi virus Dengue
- Pemeriksaan serologi IgG dan IgM dengue, untuk mendeteksi antibodi yang melawan virus Dengue
- Hitung darah lengkap, untuk melihat kadar trombosit dan sel darah putih
- Hematokrit, untuk melihat kebocoran pembuluh darah
- Tes fungsi hati, untuk melihat kadar enzim hati
Pengobatan Demam Berdarah
Tidak ada obat khusus yang dapat membunuh virus Dengue. Perawatan pasien demam berdarah berfokus untuk mengatasi gejala, menjaga energi pasien, dan meningkatkan kekebalan tubuhnya. Dengan demikian, diharapkan virus dapat terbasmi oleh daya tahan tubuh pasien.
Penanganan demam berdarah tahap awal bisa dilakukan di rumah selama tidak terdapat tanda bahaya. Namun, selama perawatan mandiri, pasien harus diawasi secara ketat. Selain itu, untuk mempercepat pemulihan, pasien perlu:
Baca Juga: Rakerda PDIP Gorontalo, Megawati Minta Kader Banteng Turun Door to Door Menangkan Ganjar
- Mencukupi kebutuhan cairan dengan minuman selain air putih, seperti susu, jus buah, cairan isotonik, oralit, atau air beras
- Mengonsumsi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang
- Beristirahat yang cukup
- Menjaga suhu tubuh di bawah 39°C dengan menggunakan kompres hangat, mandi atau berendam air hangat (tidak panas), mengatur suhu ruangan yang sejuk, dan tidak memakai baju yang tidak terlalu tebal
- Minum paracetamol jika demam naik melebihi 390C atau untuk meredakan sakit kepala dan nyeri otot yang mengganggu
Jika terjadi tanda bahaya DBD, pasien harus segera dibawa ke IGD rumah sakit. Pengobatan yang diberikan di rumah sakit berupa:
- Infus cairan
- Pemantauan tekanan darah, kadar trombosit, kadar gula, kadar elektrolit darah, dan fungsi hati
- Transfusi darah jika terjadi komplikasi perdarahan yang parah
Komplikasi Demam Berdarah
Jika tidak tertangani dengan cepat, kebocoran pembuluh darah pada DBD dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya, antara lain:
- Penumpukan cairan pada rongga dada atau perut
- Perdarahan hebat
- Organ vital tubuh tidak mendapatkan aliran darah (syok) atau dengue shock syndrome
Sementara jika terjadi pada ibu hamil, demam berdarah dapat menyebabkan komplikasi berupa:
- Keguguran
- Berat badan lahir rendah
- Bayi lahir prematur
- Bayi meninggal di dalam kandungan
- Perdarahan pascapersalinan
Pencegahan Demam Berdarah
Pencegahan demam berdarah bisa dilakukan dengan menjalankan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, yaitu:
- Menguras atau membersihkan penampungan air
- Menutup rapat penampungan air
- Menguras atau membersihkan penampungan air
- Plus pencegahan tambahan, seperti fogging atau memperbaiki parit yang tidak lancar
PSN 3M Plus ini harus dilakukan secara berkala untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan terbebas dari nyamuk penyebab demam berdarah.
DBD juga bisa dicegah dengan menjalani vaksin Dengue. Vaksin ini bisa diberikan sejak usia 6 tahun, tetapi jika sudah terkena infeksi virus Dengue sebelumnya. Oleh karena itu, sebelum pemberian vaksin perlu dilakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter.
Nah Ayah Bunda, kenali gejalanya dan antisipasi segera apabila anggota keluarga kita ada yang memiliki gejala demam berdarah. Mencegah lebih baik dari pada mengobati, salam sehat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa