TANTRUM - Jumlah dokter jiwa yang dimiliki ini ternyata masih kurang dibanding kasus gangguan kejiwaan yang terus bertambah.
Pada saat ini, terdapat sekitar 1.000 dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.
Menurut Shelly Iskandar, Ketua Program Studi Psikiatri Universitas Padjadjaran (Unpad), kekurangan jumlah psikiater tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.
"Salah satunya adalah kurangya dosen pengajar," ujar Shelly ditulis Minggu, 5 Juni 2022.
Akibat kurangnya jumlah dosen psikiater itu berdampak kepada kouta mahasiswa yang tersedia.
Pemicu kurangnya dosen psikiater itu akibat bobot upahnya yang kurang jika dibandingkan membuka praktik.
"Kalau ditanya kenapa dosennya kurang? Itu karena lebih enak menjadi dokter spesialis dalam hal pendapatan dibandingkan menjadi dosen,” kata Shelly.
Berdasarkan pengamatannya, jumlah peminat mahasiswa kedokteran spesialis psikiatri di Unpad dan sembilan senter pendidikan serupa lainnya di Indonesia mengalami kenaikan.
Meski kata Shelly, jumlah mahasiswa yang berminat menjadi psikiater tidak sebanyak jurusan spesialis lainnya.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Cantik, 4 Perempuan Indonesia Buktikan Ketangguhan di HYROX Bangkok
-
Mau Renovasi Rumah? Kartu Kredit BRI Kasih Diskon 5 Persen di Mitra10 Sepanjang 2026!
-
Bangladesh Pede Main di FIFA ASEAN Cup, Sang Pelatih Pernah Bikin Timnas Indonesia Malu
-
Timnas Indonesia Gabung di Grup A Piala Asia U-17 2027, Lawannya Ngeri-ngeri Sedap
-
Bonus Pulsa Telkomsel Rp17 Ribu Khusus Transaksi via BRImo, Klaim Sekarang!
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Ketika AI Bisa Memutuskan Transaksi Sendiri, Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Kerugian?
-
Siapa Saja? Ini 3 Zodiak yang Diprediksi Ketiban Rezeki Sepanjang September 2026
-
Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah
-
5 Cara Membersihkan Noda di Celana Jeans, Perhatikan agar Tidak Merusak Warna
-
Sampah Pasar Malam Sekaten Menumpuk di Alun-alun Kidul Keraton Solo
-
Iklan Shopee 9.9 Super Shopping Day bareng Naykilla & Tenxi Bikin Netizen Auto Joget!
-
Ulasan Pelukis Bisu dan Rahasia Kelam di Balik Sebuah Pembunuhan
-
Proyeksi IHSG Hari Ini: Asing Kabur Bawa Investasi Rp113 M Pasca Aksi Demo
-
Imbas Demo DPR, Sejumlah Rute Transjakarta Tak Beroperasi Jumat Pagi
-
Ekonomi Tumbuh 5,11%, Purbaya Klaim Kemiskinan dan Pengangguran Makin Susut di Era Prabowo