TANTRUM - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mempromosikan industri kecil menengah (IKM) komponen otomotif Indonesia di Jepang.
"Industri kecil dan menengah harus dipromosikan dan dijadikan prioritas strategis dalam rantai pasokan otomotif global," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa, 28 Juni 2022.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi mengatakan, dengan telah dicanangkannya target substitusi impor sebesar 35 persen oleh Pemerintah Indonesia, IKM komponen otomotif Indonesia tentunya berpeluang besar memenuhi kebutuhan TKDN dari berbagai pabrikan otomotif Jepang di Indonesia.
Sebanyak 30 IKM komponen otomotif Indonesia mendapat kesempatan untuk melakukan promosi di Jepang. Sebagian besar dari IKM tersebut juga telah menjalin kerja sama dengan Jepang dalam kurun waktu yang cukup panjang di bawah naungan Perkumpulan Industri Kecil-menengah Komponen Otomotif.
Ketua Umum APINDO, Hariyadi B. Sukamdani mengungkapkan, pihaknya sebagai asosiasi multi sektoral senantiasa mendukung pengembangan IKM, khususnya sektor komponen otomotif untuk naik kelas dan upaya terus menerus dalam memfasilitasi kerjasama internasional melalui kegiatan perdagangan internasional dan investasi.
Sejalan dengan misi tersebut, APINDO mendorong perusahaan-perusahaan IKM di sektor komponen otomotif untuk ikut serta dalam forum bisnis yang mempertemukan IKM komponen otomotif Indonesia dengan para pelaku bisnis atau supplier Jepang.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo memaparkan perkembangan ekonomi Indonesia guna lebih meyakinkan kalangan bisnis Jepang terhadap stabilitas makroekonomi dan pemanfaatan berbagai peluang investasi yang telah dirancang oleh Pemerintah.
"Bank Indonesia mendukung berbagai langkah kebijakan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kinerja industri otomotif," katanya.
Langkah itu, antara lain dengan penurunan persyaratan uang muka kredit kendaraan bermotor, peningkatan insentif bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas dan mendorong berkembangnya teknologi ramah lingkungan di sektor otomotif dapat dikembangkan di pasar Indonesia.
Baca Juga: Bukalapak Kembali Aktifkan Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan
Jepang selama ini diketahui telah menjadi mitra utama Indonesia di bidang industri otomotif, yang telah berkontribusi pada penyerapan lebih dari 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang rantai nilai pasok industri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ini Dia Sosok Petinggi Militer AS Diamuk Tentara di Kapal Perang USS Abraham Lincoln, 7 Tewas
-
Mengapa Donald Trump Tidak Bisa Jadi Presiden 3 Periode Amerika Serikat?
-
Jelang HUT RI, Ikon Pahlawan Solo Ini Dipoles hingga Bersih
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah