TANTRUM - Umar bin Khatab mendapat kiriman surat dari salah satu gubernurnya, yaitu Abu Musa al Asy'ari yang mengadu bahwa beliau kebingungan karena banyak surat Umar yang datang ke beliau tapi tidak ada tanggalnya.
Hal itu terjadi usai dua tahun setengah menjabat sebagai khalifah, tepatnya pada tahun ke 17 Hijrah.
Dalam rak gubernur terdapat banyak surat yang membuat Abu Musa al Asyari bingung untuk menentukan surat mana yang baru dan mana surat yang lama, mana perintah terbaru dan mana perintah sudah usang.
Abu Musa al Asyari menyarankan kepada Umar untuk membuat sebuah penanggalan agar tidak terjadi lagi kebingungan di antara gubernur-gubernurnya.
Mendapat aduan dan tersebut, akhirnya Umar memanggil semua staf dan orang penting untuk berdiskusi merumuskan dan memformulasikan sebuah penanggalan agar tidak lagi ada yang kebingungan.
Selain itu juga, penanggalan pastinya akan sangat membantul kinerja para staf dan gubernur serta masyarakat luas.
Surat yang dikirimkan oleh Abu Musa al - Asy'ariy terbukti bisa mengambil perhatian para pejabat istana dan akhirnya mereka berkumpul di hadapan khalifah untuk membahas persoalan kalender ini.
Dan mereka pun akhirnya bersepakat dengan usulan gubernur untuk membuat kalender.
Setelah berdiskusi dan sepakat bahwa mereka harus memilik standarisasi penanggalan demi kemaslahatan, mereka berselisih dalam menentukan kapan tahun pertama itu dimulai dalam penanggalan mereka.
Baca Juga: Ardhito Trending di Twitter, Warganet Singgung soal Video Masturbasi
Ada yang mengusulkan tahun pertama dimulai di tahun Gajah, dimana Nabi Muhammad SAW lahir. Ada juga yang mengusulkan di tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Dan tidak sedikit yang mengusulkan di tahun Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul dimana wahyu pertama turun. Dan juga opsi di tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah.
Dari empat opsi ini, akhirnya Umar memutuskan untuk memulai tahun di tahun hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah atas usulan dan rekomendasi Utsman dan Ali.
Umar tidak memilih tahun kelahiran dan tahun diangkatnya Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul.
Karena memang ketika itu juga mereka masih berselisih tentang waktu kapan tepatnya Nabi Muhammad SAW lahir dan kapan wahyu pertama turun.
Sedangkan tahun wafatnya, Umar menolak menjadikannya permulaan tahun karena di tahun tersebut banyak kesedihan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim