TANTRUM - Saat masih anak-anak, setiap harinya terasa hari yang panjang. Anak-anak bermain seharian dan merasa bisa bermain selamanya.
Begitupun saat masih remaja, hari-harinya terasa begitu panjang dengan seabrek kegiatan. Tapi mengapa semakin dewasa, hari-hari Anda terasa lebih singkat, waktu terasa lebih cepat?
Para peneliti sekarang memiliki penjelasan baru, mengapa hari-hari tanpa akhir masa kanak-kanak itu tampaknya berlangsung lebih lama daripada setelah dewasa.
Menurut teori, perbedaan temporal yang berkaitan dengan ilmu fisika tampaknya dapat disalahkan atas hal tersebut.
Alasannya adalah bahwa 'waktu jam' yang terukur tidak sama dengan waktu yang dirasakan oleh pikiran manusia.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di European Review dengan judul "Why the Days Seem Shorter as We Get Older," dicuplik dari National Geographic, Selasa, 9 Agustus 2022. Publikasi tersebut merupakan jurnal akses terbuka dan dapat diperoleh secara daring.
Menurut Adrian Bejan, JA. Jones Profesor Teknik Mesin di Duke University yang menjelaskan teori tersebut mengatakan, hal tersebut dapat dijelaskan menggunakan teori fisika.
Perlambatan dan pemrosesan gambar oleh otak dianggap menjadi alasan mengapa persepsi kita terhadap waktu berbeda, bagi orang-orang dewasa waktu berlalu lebih cepat.
Ia menjelaskan, 'waktu pikiran' adalah urutan gambar, yaitu refleksi alam yang diberi respon oleh rangsangan dari organ indera. Tingkat perubahan citra mental yang dirasakan menurun seiring bertambahnya usia.
Baca Juga: Viral Pria Pamer Punya Harta tapi Bingung Masih Suka Ngeluh, Endingnya Bikin Warganet Syok
Hal itu karena beberapa fitur fisik yang berubah seiring bertambahnya usia. Ketidaksejajaran antara waktu citra mental dan waktu jam berfungsi untuk menyatukan volume yang banyak.
"Orang-orang, sering kagum dengan seberapa banyak yang mereka ingat dari hari-hari yang mereka lalui saat masih muda atau anak-anak," kata Bejan.
"Tapi sebenarnya itu bukan karena pengalaman yang lebih bermakna atau berkesan."
Menurutnya, hal itu karena saat masih muda atau anak-anak pemprosesan gambar oleh otak terjadi lebih cepat dan lebih banyak gambar yang direkam.
Sedangkan ketika seseorang menjadi dewasa dan menua, lanjutnya, jaringan saraf dan neuron menjadi lebih kompleks dan proses pengaturan informasi yang masuk ke otak menjadi lebih panjang dibandingkan saat masih anak-anak atau remaja.
Bejan mengaitkan fenomena ini dengan perubahan fisik pada tubuh manusia yang menua. Saat jaringan saraf dan neuron yang kusut menjadi matang, mereka tumbuh dalam ukuran dan kompleksitas, yang mengarah ke jalur yang lebih panjang untuk dilalui sinyal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon