TANTRUM - Stockholm Syndrome adalah lagu oleh band rock alternatif Inggris, Muse. Ini merupakan singel pertama dari album ketiga mereka Absolution.
Lagu ini dirilis pada tanggal 14 Juli 2003 dan ini hanya tersedia melalui pengunduhan. Lagu ini diciptakan oleh Matthew Bellamy.
Pada bulan Maret 2005, majalah Q menempatkan Stockholm Syndrome di nomor 44 dalam daftar 100 Greatest Guitar Track.
Dalam konser dicuplik dari Wikipedia, Jumat, 2 September 2022, lagu ini sering digabung dengan Plug In Baby sebagai dua lagu yang memiliki tempo yang sama. Salah satu contoh dari hal ini adalah selama tampil di Wembley .
Pada tanggal 8 Mei 2008, lagu ini dirilis sebagai konten download (sebagai bagian dari paket lagu Muse) untuk permainan Guitar Hero III: Legends of Rock.
Muse memproduksi dua video Stockholm Syndrome. Video yang pertama disutradarai oleh Tom Kirk dengan biaya yang murah dan dibuat dengan menggunakan kamera termal.
Video ini juga masuk di CD single Time Is Running Out. Pada menit 0:02 kata CAPTOR tertulis di dinding. Pada menit 2:45 kata FUCK terlihat, ini tidak pernah dihapus dari TV. Dari menit 3:41 sampai 3:52 terlihat kata P-R-I-S-O-N-E-R dari tangan Matt.
Yang kedua disutradarai oleh Patrick Daughters bercerita Muse tampil sebagai tamu di sebuah acara talkshow.
Setelah Muse memainkan lagu, langit berubah merah dan badai datang menyingkirkan pembawa acara dan bintang tamunya. Penonton melarikan diri dari studio.
Baca Juga: Aceh Barat Terendam Banjir
Pada reff terakhir mereka bersama-sama menyanyikan reffnya, tetapi lari lagi ketika mendekati akhir lagu.
Sindrom Stockholm adalah respon psikologi yang kadang-kadang dapat dilihat pada sandera penculikan, di mana sandera memberikan tanda-tanda kesetiaan kepada penyandera, tidak memedulikan bahaya (atau risiko) yang telah dialami sandera itu.
Sindrom ini dinamai berdasarkan kejadian perampokan Kreditbanken di Stockholm, di mana perampok bank menyandera karyawan bank dari 23 Agustus sampai 28 Agustus pada 1973.
Dalam kasus ini, korban menjadi secara emosional menyayangi penyandera, bahkan membela mereka.
Istilah sindrom Stockholm pertama kali dicetuskan kriminolog dan psikiater Nils Bejerot, yang turut dalam investigasi polisi pada kasus perampokan ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Saham Energi Bersih Dinilai Menjanjikan di Era Transisi Energi
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Lebih Indah dari Dialog di Film, Sheila Dara Janji Tetap Pilih Vidi Aldiano di 10 Ribu Kehidupan
-
Pemerintah Masih Kaji Batas Nikotin dan Tar Produk Tembakau
-
Kuartal I Nihil IPO, BEI Pede Perdagangan Saham Tetap Ngebut
-
Emiten SMRA Sulap 850 Hektare di Gading Serpong Jadi Kawasan Hunian Terpadu
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
5 Tips Membagi Waktu Kunjung ke Rumah Orang Tua dan Mertua saat Lebaran
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS