Total kasus penyakit demam berdarah (DBD) di Jawa Barat (Jabar) tahun 2022 periode Januari-Juli berjumlah 24.192 dengan 224 diantaranya berakibat kematian.
Sedangkan daerah yang tertinggi memiliki kasus DBD 2022 adalah Kota Bandung dengan 3.936 kasus, Kabupaten Bandung 2.777 kasus, Kota Bekasi 1.910 kasus, Kabupaten Sumedang 1.425 kasus.
Namun daerah yang memiliki angka kematian tertinggi DBD 2022 yaitu Kabupaten Bandung dengan 37 kematian, Kota Tasikmalaya dengan 22 kematian, Kabupaten Sumedang dan Kota Sukabumi dengan 13 kematian.
"Sampai saat ini kasus di tahun 2022 sudah 24 ribu kasus periode Januari-Juli. Sedangkan di 2021 dalam periode Januari -Desember 23 ribu kasus," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. Ryan Bayusantika, dicuplik dari laman resminya, Rabu, 7 September 2022.
Ryan mengatakan otoritasnya terus berupaya mencegah penyakit demam berdarah (DBD) dengan menggerakan masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menguras, menutup, dan mengubur (3M) plus melalui G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik).
Selain itu upaya larvasidasi dan juga deteksi dini DBD dengan tes diagnosa cepat (RDT) DBD di fasilitas serta pelayanan kesehatan (fasyankes).
Tetapi yang utama adalah masyarakat harus mencegah penyebaran DBD agar penyakit agibat nyamuk betina ini tidak meluas.
Caranya sebut Ryan, harus menjadi juru pemantau jentik di wilayah tempat tinggal masing-masing.
"Gerakan juru pemantau jentik tidak hanya dirumah tapi juga tempat umum, sekolah, perkantoran dll. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa sehingga yang perlu diberantas secara rutin seminggu sekali adalah jentik nyamuk aedes aegepti," kata Ryan.
Baca Juga: Santri Gontor Meninggal Diduga Dianiaya, Ini Instruksi Wapres Ma'ruf Amin
Ryan menuturkan ada beberapa tips pencegahan dan pengendalian DBD yang terdiri dari pengendalian fisik yang merupakan pilihan utama pengendalian vektor DBD melalui kegiatan PSN.
PSN 3M akan memberikan hasil yang baik apabila dilakukan secara luas dan serentak, terus menerus dan tidak putus.
Kegiatan itu sebaiknya dilakukan sekurang-kurangnya seminggu sekali sehingga terjadi pemutusan rantai pertumbuhan nyamuk pra dewasa tidak menjadi dewasa.
"Pelaksanaan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan melibatkan segenap anggota keluarga untuk berperan sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di rumah masing-masing," ucap Ryan.
Msyarakat juga diimbau tidak lupa tetap melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN 3 M Plus) dengan kegiatan Menguras , Menutup, Mendaur Ulang (3M), Plus menghindari gigitan nyamuk di lingkungan rumah, perkantoran, tempat kerja, sekolah, dan tempat-tempat umum (TTU).
Tag
Berita Terkait
-
Harga BBM Naik, Sopir Angkutan Elf di Kuningan Mogok Beroperasi
-
15 Daerah di Jawa Barat Berpotensi Turun Hujan
-
Ridwan Kamil Berharap Keterbukaan Informasi di Jawa Barat Bisa Menjadi Inspirasi
-
Cuaca 7 Daerah di Jawa Barat Berpotensi Hujan
-
Beneran Brigadir J Lakukan Pelecehan Seksual? LPSK Ungkap Kejanggalan
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler