TANTRUM - Badan Usaha Milik Negara layanan kiriman logistik, PT Pos Indonesia (Persero) terus meningkatkan kerja sama kemitraan dengan perorangan maupun badan usaha demi memperluas pelayanan logistik kepada masyarakat hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Saat ini, perusahaan mengklaim memiliki layanan dari 4.800 titik kantor pos di seluruh Indonesia, hampir 2.000 titik kantor pos ada di daerah 3T.
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Siti Choiriana memperluas jaringan dengan meningkatkan jumlah agen pos, kurir perempuan, hingga drop point sebagai bentuk pemberdayaan terhadap ekonomi mikro.
"Kami melakukan itu supaya 514 kabupaten dan kotamadya dengan 9.000 kecamatan dan 73.000 desa itu ter-cover semua, makanya kami berkolaborasi," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Choiriana menjelaskan, Pos Indonesia sebagai bagian dari Universal Postal Union (UPO) telah bersepakat bersama seluruh perusahaan pos dunia dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk saling berkirim surat maupun paket barang.
Bila ada kiriman dari Washington DC di Amerika Serikat menuju ke Puncak Jaya di Papua, maka Pos Indonesia harus mengirimkannya meski itu adalah daerah 3T.
"Kami sebagai perusahaan yang punya kewajiban atas kesepakatan internasional UPU wajib menjalankan tugas itu. Makanya di mana ada kode pos itulah wilayah kedaulatan negara, maka di situlah pelayanan pos harus hadir," kata Choiriana.
Sampai akhir Juli 2022, Pos Indonesia tercatat sudah menjadi solusi layanan kurir dan logistik dengan menjangkau lebih dari satu juta UMKM dan 4.700 korporasi dengan menguasai 7,1 persen pangsa pasar nasional.
Perseroan kini telah memiliki jaringan nasional dan internasional yang menjamin pengiriman barang sampai ke pelosok negeri dan dunia hingga ke 228 negara tujuan.
Selain itu, perusahaan pos pelat merah ini juga memiliki lebih dari 50.000 agen pos, 27.600 drop point. sekitar 10.000 kurir, 4.594 kantor pos, 151 gudang hingga 510 biller jasa keuangan.
"Perluasan pelayanan harus dilakukan kecil-kecil ibarat pasar harus kecil-kecil menempel supaya tidak ada satu pun area bolong yang membuat orang kebingungan," kata Choiriana.
Ia menegaskan,perusahaan terus berkolaborasi dengan pihak lain, baik itu masyarakat, swasta, dan pelaku UMKM.
"Ini untuk menambah titik layanan," katanya.
Baca Juga: Bek Kanan MU Ini Berterima Kasih Kepada AC Milan, Diogo Dalot Akui Memiliki "Hutang" ke Rossoneri
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Berada di Polda Sumsel, Bupati Edison Dijadwalkan Dibawa ke Jakarta Besok Pagi usai OTT KPK
-
BRI Salurkan Rp9,21 Triliun Kredit Perumahan, Tertinggi Secara Nasional
-
Dukung Program Perumahan Nasional, Penyaluran KPP BRI Tembus Rp9,21 Triliun
-
BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Realisasi Rp9,21 Triliun
-
BRI Perkuat Akses Keuangan di 5 Pulau Halmahera Selatan Lewat Teras Kapal
-
BRI Salurkan KUR Rp2,5 Miliar untuk Masyarakat Pesisir Halmahera Selatan Lewat Teras Kapal
-
BRI Didukung 705 Agen BRILink untuk Perluas Layanan di Halmahera Selatan
-
BRI Melayarkan Bank ke Laut, Teras Kapal Jangkau 27 Pulau di Indonesia
-
BRI Layani 216 Warga Suku Bajo dan Dorong Ekonomi Pesisir di Maluku Utara
-
Geger Video Pesta LGBT di Karawang: Ini 6 Fakta dan Desakan MUI Terkait THM Tak Berizin