Selain membersihkan area luka kesusupan, cara aman untuk mengatasi kondisi ini juga bisa dengan merendam bagian kulit yang terkena menggunakan air hangat.
Air hangat bisa membantu melembutkan kulit, sehingga memudahkan serpihan kayu untuk dikeluarkan.
Meski begitu, cara ini tidak selalu perlu dilakukan. Misalnya, menghilangkan kesusupan pada anak tidak perlu selalu melalui tahap ini karena kulitnya yang cenderung masih lembut.
3. Keluarkan serpihan menggunakan pinset
Jika serpihan kayu yang masuk ke dalam kulit mencuat atau terlihat ujungnya, Anda bisa menggunakan pinset untuk menjepit serpihan dan menariknya keluar.
Namun, pastikan Anda sudah mensterilkan ujung pinset ini menggunakan alkohol. Jika sudah steril, tarik serpihan kayu menggunakan pinset ke arah yang sama saat memasuki kulit.
Pastikan Anda tidak menekan dengan keras serpihan kayu ini karena bisa membuatnya pecah atau hancur, sehingga sulit dikeluarkan.
4. Keluarkan serpihan menggunakan jarum dan pinset
Berbeda dengan kondisi di atas, jika serpihan kayu yang masuk tertanam seluruhnya di bawah kulit, Anda bisa menggunakan jarum dan pinset untuk mengeluarkannya.
Baca Juga: Arab Saudi Akan Beri Izin Konsumsi Minuman Beralkohol di Pulau Sindalah Laut Merah
Cara menggunakan jarum dan pinset untuk menghilangkan kesusupan dimulai dengan membasahi jarum dan pinset dengan alkohol atau membakar ujungnya agar steril.
Lalu, tusukkan jarum pada kulit yang terdapat salah satu ujung serpihan, kemudian dorong serpihan tersebut hingga mencuat. Ujung serpihan yang mencuat kemudian ditarik dengan pinset.
5. Bersihkan dan oleskan petroleum jelly
Setelah berhasil mengeluarkan serpihan dari kulit, Anda perlu kembali membersihkan area kulit tersebut menggunakan air dan sabun, kemudian keringkan.
Lalu, oleskan dengan petroleum jelly atau salep antibiotik untuk membantu menjaga kelembapan kulit, mempercepat proses penyembuhan luka, serta mencegah infeksi.
Lalu, tutup area kulit tersebut dengan perban agar tidak kotor dan Anda bisa beraktivitas seperti biasa.
Cara lain untuk menghilangkan kesusupan
Cara di atas memang merupakan langkah pertolongan pertama dasar yang wajib Anda kuasai untuk mengatasi kesusupan.
Meski begitu, ada beberapa cara lain yang diklaim efektif untuk menghilangkan dan mengeluarkan serpihan penyebab kesusupan. Berikut beberapa caranya.
1. Pakai lakban
Bagi Anda yang tak ingin menggunakan jarum dan pinset, lakban juga bisa Anda gunakan untuk menarik serpihan kayu yang masuk ke dalam kulit.
Cara menghilangkan kesusupan dengan metode ini, yaitu tempelkan lakban di atas area kulit yang terkena. Lalu, angkat lakban dengan lembut hingga serpihan ikut keluar.
2. Pakai garam epsom
Garam epsom juga bisa membantu menghilangkan kesusupan karena dapat menekan serpihan hingga keluar. Caranya, larutkan secangkir garam epsom pada satu baskom air hangat.
Lalu, rendam area kulit yang terkena selama 10 menit atau sesuai kebutuhan, kemudian keluarkan serpihan kayu dengan pinset secara perlahan.
3. Bawang putih
Menggunakan bawang putih ternyata juga bisa menjadi cara untuk mengatasi kesusupan. Rempah ini memiliki sifat antibakteri, sehingga bisa membantu menghilangkan serpihan.
Caranya, potong bawang putih menjadi dua bagian, kemudian taruh di atas area kulit yang terkena dan ikat serta tutup dengan perban luka.
4. Madu
Bukan cuma rasanya yang enak, madu juga bisa membantu menghilangkan serpihan. Madu disebut memiliki sifat antiseptik serta dapat melembutkan kulit Anda.
Caranya, oleskan madu ke area kulit yang terkena, kemudian tutup dengan perban selama beberapa jam atau semalaman. Jika sudah, serpihan kayu tersebut akan dengan mudah dikeluarkan.
Jika cara-cara di atas tak juga dapat menghilangkan kesusupan atau muncul tanda-tanda luka infeksi, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.
Tag
Berita Terkait
-
Penanganan ODGJ di Jawa Barat, Kekurangan Tenaga Ahli
-
Shopee PHK Karyawan, Berikan Pesangon dan Tambahan 1 Kali Gaji Plus Asuransi Sampai Akhir Tahun
-
Cegah Meluasnya Paparan HIV, PrEP Diterapkan di Kota Bandung
-
Seiring Waktu Lepas Sendiri, Jangan Sentuh Keropeng Cacar Monyet
-
Atasi Sendi dan Otot Kaku, Lakukan 5 Cara Ini untuk Melenturkan Badan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan
-
Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap
-
Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?
-
Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang
-
6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu
-
BEM USU Gelar Demo di DPRD Sumut Besok, Usung 6 Tuntutan
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
Kejati Jabar Segera Layangkan Panggilan Kedua untuk Wabup Indramayu Syafrudin
-
Hasil PCMB Tidak Sesuai? Begini Cara Dialihkan ke Sekolah Swasta atau SPMB Tahap 2
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka