TANTRUM - Harga komoditas pangan strategis dalam negeri diklaim masih berada dalam koridor yang aman. Komoditas pangan strategis itu seperti harga minyak goreng curah sebesar Rp14.450,00 per kilogram atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.500,00/kg.
"Stabilitas harga pangan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak tidak lepas dari upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi, baik di pusat maupun daerah," kata - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono .
Selain minyak goreng curah, kata Edy, harga daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit berada pada rentang harga normal dengan tingkat perubahan harga bulanan yang terjaga.
Harga cabai rawit sebesar Rp57.300,00/kg atau turun 36,4 persen dari harga puncaknya pada tanggal 14 Juli 2022 yakni Rp90.050,00/kg. Selain itu, harga bawang merah yang pada puncaknya mencapai Rp64.800,00/kg, saat ini turun 17,44 persen menjadi Rp35.500,00/kg.
"Setelah kenaikan harga cukup tinggi aneka cabai dan bawang pada rentang 2 bulan yang lalu, saat ini aneka cabai dan bawang dalam tren menurun dan stabil," ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas harga pangan setelah kenaikan harga BBM, kata dia, Pemerintah menerapkan beberapa langkah strategis.
Langkah itu adalah memperkuat dan memperluas kerja sama antardaerah, melaksanakan operasi pasar untuk memastikan keterjangkauan harga, pemanfaatan platform perdagangan digital untuk kelancaran distribusi, dan menggunakan anggaran belanja tak terduga untuk mengendalikan inflasi.
Selain itu, kata Edy, Pemerintah juga mengoptimalkan dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk tematik ketahanan pangan, serta pemanfaatan 2 persen dana transfer umum (DTU) untuk membantu sektor transportasi dan tambahan perlindungan sosial.
"Pemerintah juga melakukan percepatan implementasi program tanam pangan pekarangan dan memperkuat sinergi TPIP (Tim Pengendali Inflasi Pusat) dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) dengan memperluas GNPIP (Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan) untuk mempercepat stabilisasi harga," kata Edy.
Baca Juga: Dibanting Berkali-kali, Kronologi KDRT yang Dialami Lesti Kejora
Edy mengingatkan, harga pangan yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan adalah kedelai kering. Pada tanggal 27 September 2022, rata-rata harga kedelai kering mencapai Rp14.300,00/kg.
"Pemerintah sedang menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi tingginya harga kedelai," kata dia.
Harga komoditas pangan yang dipaparkan Edy berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per 27 September 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Mengerikan, Abdukodir Khusanov Alami Gegar Otak usai Terhantam Lutut Donnarumma
-
Komentar Ole Romeny usai Bantu Oxford United Tahan Pemuncak Klasemen, Mulai Nyaman?
-
Rapor Merah Jay Idzes: Inter Milan Mengamuk 5-0, Lini Belakang Sassuolo Berantakan
-
Timnas Indonesia U-17 Pertimbangkan Tambah Pemain Diaspora, Nova Pasrahkan ke Kurniawan Dwi Yulianto
-
Seni Mengelola Cemas untuk Hidup yang Lebih Tenang di Buku Bye-Bye Anxiety
-
Sampaikan ke PSSI, Nova Arianto Akui Timnya Masih Jauh dari Level Asia
-
4 Rekomendasi Sepeda Enteng Nggak Ribet, Pas Buat Gen Z yang Hobi Gowes di Jalur Menantang
-
Panduan Lengkap Niat Puasa Ramadan 2026: Bacaan Harian, Sebulan Penuh dan Maknanya
-
Pantas Saja Kalah Telak, Timnas Indonesia U-17 Turun dengan Skuad Baru
-
Alasan Haru Ivan Gunawan Getol Cari Uang: Demi Masjid dan Masa Depan 170 Anak Asuhnya