TANTRUM - Ripley syndrome mungkin belum terlalu familiar di telinga kita, ya? Sebenarnya, istilah ini mengarah ke tanda dan gejala yang sering ditemukan pada seseorang dengan kepribadian antisosial yang mengalami gangguan identitas disosiatif.
Ripley syndrome diambil dari nama seorang karakter dalam novel “The Talented Mr. Ripley” pada 1955.
Dalam novel tersebut, karakter atau tokoh tersebut digambarkan sebagai seseorang yang hidup dengan identitas orang lain. Tokoh ini juga melakukan kebohongan berulang dan bersikap manipulatif.
Menurut dr. Merry Dame Cristy Pane dilaman Alo Dokter, dilansir Minggu, 2 September 2022, saat mengalami ripley syndrome, seseorang umumnya akan menjalani hidup dalam kebohongan dan suka memanipulasi orang lain. Penderita sindrom ini juga tidak merasa bersalah dengan apa yang telah dilakukannya.
Kenali Ciri-Ciri Ripley Syndrome
Orang yang mengalami sindrom ripley umumnya memiliki kepribadian antisosial dengan beberapa karakteristik khusus, yaitu:
- Melakukan kebohongan dan penipuan yang berulang
- Bersikap manipulatif untuk mendapatkan yang diinginkan
- Memiliki sikap arogan dan merasa lebih superior daripada orang lain
- Melawan aturan dan mengintimidasi orang lain
- Melakukan tindakan kriminal
- Memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan impulsif
- Tidak memiliki empati dan tidak bisa menghargai orang lain
- Memiliki hubungan yang buruk dengan orang lain bahkan memiliki kecenderungan untuk menyakiti pasangan atau orang lain
- Umumnya tidak bertanggung jawab, berperilaku agresif, seperti mudah marah, gegabah, mengancam, memaki, atau menghina
Saat penderita mengalami gangguan disosiatif, ia juga akan menyangkal realitas, hidup pada kebohongan yang dibuat oleh dirinya sendiri, bahkan beberapa penderita akan kehilangan jati dirinya.
Nah, sesuai dengan tokoh yang digambarkan dalam novel “The Talented Mr. Ripley”, orang dengan sindrom ripley umumnya juga akan mengalami gejala-gejala yang dijelaskan di atas.
Baca Juga: Kulit Berjerawat? Enyahkan dengan Konsumsi 6 Buah Ini
Namun, penderita sindrom ini hidup di dalam kehidupan orang lain, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mampu meyakinkan orang lain tentang kebohongan yang telah dibuatnya, dan mampu menirukan orang lain dengan sangat baik.
Bila tidak mendapatkan perawatan, sindrom ripley dapat berkembang menjadi penyakit mental lainnya, seperti hilangnya ingatan akan masa lalu, delusi, gangguan kecemasan, dan depresi.
Sebenarnya, belum banyak penelitian terkait dengan ripley syndrome. Namun, tanda dan gejalanya yang mengarah ke gangguan kepribadian antisosial ini umumnya bisa dipicu oleh beberapa faktor dan kondisi, seperti:
- Tuntutan yang tidak sesuai dengan kemampuan
- Trauma masa lalu, seperti pelecehan seksual, kekerasan fisik dari orang tua, atau bencana alam
- Citra diri yang buruk
- Kurang kasih sayang dari orang tua
- Riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian antisosial dan masalah kesehatan mental lainnya
Rata-rata orang dengan ripley syndrome merasakan kebahagiaan dan kepuasaan ketika berada di “dunia”-nya. Jadi, cenderung lebih sulit bagi mereka merasa bersalah dan pulih.
Jika Anda merasa orang terdekatmu mengalami kondisi ini, bawa mereka ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Rangkaian perawatan yang bisa diberikan umumnya berupa psikoterapi serta pemberian obat-obatan untuk meredakan gejala kecemasan dan depresi yang mungkin dimiliki.
Selain itu, pasien juga mungkin perlu melakukan konseling bersama anggota keluarga dan orang terdekat untuk membantu mengontrol kondisi ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol
-
Arena Judi Sabung Ayam Dekat Masjid dan Rumah Tahfiz Digerebek, Ternyata Milik Pengacara
-
Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih
-
Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!
-
Prediksi Lini Prancis vs Irak, Les Bleus Bidik Tiket Lolos Grup Piala Dunia
-
Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan
-
Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?
-
Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi
-
Ribuan Relawan Makan Bergizi Gratis di NTB Demo Turun ke Jalan
-
Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap