TANTRUM - Ginjal adalah sepasang organ yang berbentuk seperti kacang. Organ ini berada di area punggung bagian bawah.
Saat fungsi ginjal terganggu, dapat terjadi beragam komplikasi, seperti anemia, gangguan elektrolit, hingga penumpukan racun.
Sebelum mengenal beragam faktor penyebab penyakit ginjal, ada beberapa jenis penyakit ginjal yang umum terjadi, yaitu:
1. Penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronis
Gagal ginjal kronis adalah kondisi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap selama lebih dari 3 bulan. Gagal ginjal kronis dapat disebabkan oleh hipertensi, diabetes tipe 1 dan 2, penyakit autoimun, atau penyakit infeksi pada ginjal.
2. Gagal ginjal akut
Pada jenis penyakit ginjal ini, penurunan fungsi ginjal terjadi secara tiba-tiba. Gagal ginjal akut sering disebabkan oleh kekurangan cairan dan darah, cedera pada ginjal, atau sumbatan yang menyebabkan kembalinya cairan ke ginjal.
3. Batu ginjal
Penyakit batu ginjal disebabkan oleh penumpukan zat dan mineral yang kemudian membentuk batu di ginjal. Kondisi ini sering dipicu oleh penyakit asam urat atau infeksi saluran kemih.
Baca Juga: Begini Detail Eksekusi Terhadap Brigadir J
4. Penyakit ginjal polikistik
Penyakit ginjal polikistik ditandai dengan terbentuknya kista-kista (kantong-kantong berisi cairan) di ginjal. Kondisi ini disebabkan oleh kelainan genetik.
5. Infeksi ginjal
Infeksi ginjal bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ginjal ini juga dapat terjadi akibat infeksi di saluran kemih yang menyebar ke ginjal.
Menurut dr. Pittara di laman Alo Dokter, penyebab penyakit ginjal bisa beragam, tergantung pada jenisnya. Namun, risiko seseorang terkena penyakit ginjal akan makin besar bila memiliki faktor berikut:
- Menderita diabetes, hipertensi, penyakit jantung, atau penyakit hati
- Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ginjal
- Mengalami infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal yang berulang
- Menderita obesitas
- Memiliki pola makan yang tinggi garam atau gula
- Memiliki kebiasaan jarang minum air putih sehingga meningkatkan risiko kekurangan cairan
- Berusia lanjut
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah atau menderita penyakit autoimun
- Memiliki kelainan bentuk ginjal
Ginjal merupakan sepasang organ yang memiliki beragam fungsi. Beberapa di antaranya adalah untuk menyaring dan membuang racun dalam darah, mengatur keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa di dalam tubuh, serta membantu metabolisme vitamin D.
Ketika ginjal mengalami gangguan, maka fungsi-fungsi di atas juga akan terganggu. Tanda dan gejala yang umumnya muncul akibat gangguan pada ginjal antara lain:
- Jumlah urine yang keluar saat buang air kecil berkurang
- Perubahan warna pada urine, termasuk urine keruh atau bercampur darah
- Pembengkakan pada tungkai
- Nyeri di punggung bagian bawah yang menjalar ke perut bawah atau selangkangan
- Nyeri saat buang air kecil
- Kram atau kedutan di otot
- Mual, muntah, dan hilang nafsu makan
- Mudah lelah
- Sesak napas
- Kulit terasa gatal tanpa sebab
- Tekanan darah meningkat
- Anemia
Gejala-gejala penyakit ginjal di atas bisa muncul secara tiba-tiba atau secara bertahap, sesuai dengan jenis penyakit ginjal yang diderita.
Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami keluhan di atas. Pemeriksaan sejak dini diperlukan agar penyebabnya diketahui dan ditangani. Penanganan lebih awal dapat mencegah komplikasi akibat penyakit ginjal.
Pemeriksaan juga dianjurkan jika Anda menderita kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ginjal. Hal ini penting dilakukan untuk mengontrol kondisi Anda dan mencegah terjadinya penyakit ginjal.
Dokter akan melakukan tanya jawab seputar gejala dan riwayat kesehatan pasien, serta riwayat penyakit dalam keluarga pasien.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menekan dan mengetuk area pinggang pasien, melihat tanda-tanda pembengkakan di tungkai, atau mendeteksi tanda infeksi.
Selanjutnya, untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang yang meliputi:
- Tes darah, untuk mengetahui fungsi ginjal melalui pemeriksaan kadar ureum kreatinin, melihat kadar elektrolit, dan jumlah sel-sel darah
- USG ginjal, untuk melihat struktur dan kondisi ginjal, serta mendeteksi adanya pembengkakan, kista, atau tumor
- Tes urine, untuk mengetahui ada tidaknya albumin atau protein, bakteri, dan darah di dalam urine
- Biopsi ginjal, untuk mengetahui ada tidaknya kerusakan atau perubahan sel dan jaringan ginjal
Pengobatan penyakit ginjal bertujuan untuk meredakan gejala, mengatasi penyebab, memperlambat perkembangan penyakit, dan mencegah terjadinya komplikasi.
Dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebab penyakit ginjal itu sendiri. Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter adalah:
Obat-obatan
Beberapa pilihan obat yang dapat diberikan oleh dokter adalah:
- Obat pengontrol darah tinggi, seperti ACE inhibitor dan angiostensin II receptor blockers (ARB), untuk menurunkan tekanan darah, menjaga fungsi ginjal, dan memperlambat kerusakan ginjal
- Obat untuk mengontrol kadar kalium di dalam darah, guna mencegah komplikasi seperti jantung berdebar dan otot lemas
- Antibiotik oral atau suntikan, untuk mengatasi infeksi bakteri pada ginjal
- Obat diuretik, untuk menyeimbangkan kadar cairan tubuh dan mengurangi pembengkakan di tungkai
- Obat pereda nyeri, seperti paracetamol, untuk meringankan nyeri hebat di area punggung dan perut
- Obat penghambat alfa, untuk mengatasi penyakit ginjal akibat batu ginjal
Perubahan pola hidup
Selain mengonsumsi obat-obatan, pasien juga diminta untuk menjalani pola hidup sehat guna meringankan kinerja ginjal. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:
- Mengurangi asupan makanan tinggi garam, gula, dan kolesterol
- Menjalani kontrol rutin untuk penyakit yang diderita, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit autoimun
- Memperbanyak minum air putih
- Membatasi konsumsi minuman beralkohol dan berhenti merokok
- Memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian
- Berolahraga secara rutin
Penghancuran batu ginjal
Jika pasien menderita batu ginjal dengan ukuran yang cukup besar, dokter akan melakukan prosedur extracorporeal shock wave lithotripsy, atau dengan teknik ureteroscopic lithotripsy. Kedua prosedur tersebut bertujuan untuk menghancurkan batu ginjal.
Prosedur cuci darah
Pada pasien yang ginjalnya sudah tidak bisa berfungsi dengan normal, dokter akan menyarankan tindakan cuci darah (dialisis).
Cuci darah merupakan prosedur medis untuk menggantikan fungsi ginjal dalam menyaring darah, serta membuang limbah dan racun dari dalam tubuh. Cuci darah bisa berlangsung selama 3–5 jam dan dapat dilakukan sekitar 3 kali per minggu.
Operasi
Operasi umumnya dipilih bila metode lain tidak efektif. Berikut ini adalah sejumlah operasi yang dapat dilakukan dalam menangani penyakit ginjal:
- Operasi pengangkatan kista dari ginjal, pada pasien penyakit ginjal polikistik dengan kista yang berukuran besar dan menimbulkan nyeri hebat
- Operasi pengangkatan batu ginjal, pada pasien yang menderita batu ginjal dengan ukuran yang cukup besar
- Transplantasi ginjal, yaitu operasi penggantian ginjal pasien dengan ginjal sehat dan cocok dari pendonor
Komplikasi Penyakit Ginjal
Jika tidak segera ditangani, penyakit ginjal dapat menimbulkan beragam komplikasi, seperti:
- Hipertensi
- Edema paru
- Hiperkalemia
- Penyakit jantung
- Kerusakan saraf
- Sepsis
- Kerusakan ginjal permanen
Pencegahan Penyakit Ginjal
Cara terbaik untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan menjaga kesehatan ginjal. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:
- Memperbanyak minum air putih
- Menerapkan pola makan yang sehat dan bergizi seimbang
- Menjalani kontrol kesehatan berkala, terlebih jika memiliki penyakit diabetes, hipertensi, atau penyakit autoimun
- Menghentikan kebiasaan merokok
- Membatasi konsumsi minuman beralkohol
- Menjaga berat badan ideal, salah satunya dengan rutin berolahraga
- Menghindari konsumsi obat tanpa saran dokter
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Timur Tengah Memanas, Harga Emas di Palembang Tiba-Tiba Melonjak Rp400 Ribu per Suku
-
Ahmadinejad Pernah Ungkap Betapa Dalam Intel Israel Menyusup ke Internal Pemerintahan Iran
-
Strategi Persebaya Surabaya Hadapi Persib Bandung yang Hanya Kebobolan Sedikit Gol
-
Tak Kapok Masuk Penjara, Pria di Aceh Kembali Curi Kotak Amal Masjid 5 Kali
-
Konflik Iran-Israel Meluas, Mengapa Garuda dan Lion Air Masih Aman Melintas?
-
Profil 6 Putra-Putri Ayatollah Ali Khamenei, Menilik Arah Suksesi Pimpinan Tertinggi Iran
-
Terdampak Konflik AS Israel dan Iran, San ATEEZ Gagal Tampil di Konser Melbourne Hari Pertama
-
Eks Kapusdatin Ungkap Gaji Tenaga Ahli Era Nadiem Capai Ratusan Juta dari APBN
-
Agnez Mo Terjebak di Dubai? Begini Kondisi Sebenarnya
-
Operasi Fraktur Tangan Berjalan Lancar, Kushedya Hari Yudo Kini Fokus Pemulihan