“Akhirnya uring-uringan (Para orangtua). Iya kalau punya uang disibukkan dengan les sana sini. Nah kalau yang pas-pasan ya anaknya di rumah saja. Pulang sekolah ya main bersama teman dan ngegame. Nanti salah pergaulan lagi, ngenes lagi orang tuanya. Saya nggak setuju,” tegas warga Jalan Bung Tomo Ngagel Surabaya ini.
Sementara Catur Irawan, ayah siswa SMP Muhammadiyah 5 Pucang kelas 7 setuju dengan kebijakan ini. Dia mengaku setuju karena waktu anak lebih banyak di sekolah dari pagi hingga sore. Sehingga tanpa PR anak punya banyak waktu untuk beristirahat atau bermain saat di rumah.
“Setuju, karena full day, terus dikasih PR istirahatnya kapan. Buat dia santai nggak ada. Jadi tugas diselesaikan di sekolah. PR terus setiap hari (diberikan),” kata warga Banyu Urip ini.
Sama halnya dengan Desi warga Manukan. Orangtua siswa SMPN 3 kelas 9 ini setuju PR ditiadakan. Apalagi digantikan dengan pendidikan karakter.
“Setuju untuk pendidikan karakter, karena anak saya full day pulangnya jam 15.00 WIB. Pendidikan karakter perlu sekali. Kalau dikasih PR itu waktunya tersita lagi, biar ada istirahatnya di rumah. Kemarin nggak ada PR bisa rileks dia,” jelasnya.
source: Satu Viral
Tag
Berita Terkait
-
Tangani Gagal Ginjal Akut, Pemerintah Jawa Barat Bentuk Satgas
-
Tenggat ASO 2 November, 292 Daerah Masih Dapat Siaran TV Analog
-
Jadi Percontohan Penanggulangan Kemiskinan, Program Padat Karya Pemkot Surabaya
-
22 Daerah di Jawa Barat Berpotensi Turun Hujan
-
Bisa Terbitkan Paspor Elektronik, Ini Daftar 52 Kantor Imigrasi
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Pelatih Senegal Pape Thiaw: Salat Dulu Baru Piala Dunia
-
HP Murah Anyar, Tecno Spark 50 Pro Usung Sensor Sony dan Baterai Jumbo
-
Start Apik di Piala Dunia 2026, Salem Al-Dawsari Syukuri Hasil Imbang Lawan Uruguay
-
Catat Tanggalnya! Jadwal Resmi SPMB SD Kabupaten Bogor 2026 dan Daftar 10 Sekolah Favorit
-
Kerontokan Rambut Pascapersalinan Umum Terjadi, Ibu Baru Perlu Perawatan dengan Kandungan Aman
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Persebaya Rekrut 5 Pemain Sekaligus, Daftarnya Bukan Kaleng-kaleng!
-
Mutasi Kilat Pemkot Cilegon Diterpa Isu Nepotisme: Istri Pejabat Diduga Jadi Prioritas Promosi
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
Pertamax Naik Ugal-ugalan, Pemkab Tangerang Siapkan Sembako Murah Besar-besaran