/
Rabu, 23 November 2022 | 08:42 WIB
Sistem kelistrikan yang terdampak gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

TANTRUM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat gempa Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sejumlah 268 orang. 

Dari 268 orang tersebut, yang sudah teridentifikasi identitasnya sebanyak 122 jenazah. Selain itu, korban luka-luka ampai Selasa (22/11) sore sebanyak 1.083 orang. Kemudian untuk yang mengungsi ada sejumlah 58.362 orang.

Sementara kerugian material rumah rusak berat dapat informasi sejumlah 6.570 unit. Kemudian rumah yang rusak sedang sejumlah 2.071 unit rumah yang rusak ringan ada 12.641.  

BUMN PT PLN (Persero) mengklaim berhasil memulihkan 100 persen sistem kelistrikan yang terdampak gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
 
"Pada Selasa (22/11) pukul 23.05 WIB, 1.844 gardu distribusi dan 21 penyulang yang sebelumnya mengalami gangguan telah berhasil beroperasi," kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Ia mengatakan, pemulihan dilakukan kurang dari 34 jam. Paling tidak, pasokan listrik ke 326.028 pelanggan kembali normal.

Darmawan Prasodjo menuturkan ratusan petugas dikerahkan dengan cepat sejak kejadian untuk segera memulihkan kembali sistem kelistrikan Cianjur yang mengalami padam karena terdampak gempa.
 
"Fasilitas umum seperti rumah sakit, jalan raya, balai desa sampai posko-posko relawan berhasil dipulihkan dan menyala kembali," kata Darmawan.
 
Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto menyampaikan dalam proses pemulihan terdapat banyak kendala di lapangan, tetapi dengan kolaborasi berbagai pihak semuanya dapat diselesaikan.
 
"Ada beberapa daerah yang gardunya roboh dan aksesnya tertutup longsor akibat gempa. Dengan mengerahkan alat berat, akhirnya aksesnya bisa segera dilalui dan tim gabungan segera memperbaiki jaringan listriknya," kata Adi.
 
Ia menegaskan, meringankan korban gempa, PLN turut mendirikan tenda darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur guna menampung pasien dan warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
 
Gerak cepat PLN melalui YBM dalam membangun dapur umum bagi warga terdampak juga dirasakan langsung oleh warga dan sebanyak 1.500 paket makanan didistribusikan kepada warga.
 
Selain itu puluhan tenaga medis dan tenaga logistik juga turun langsung untuk memberikan pengobatan dan bantuan secara langsung.
 
Dua unit mobil ambulans dan satu mobil rescue juga dikerahkan untuk terus bergerak dalam membantu logistik dan pemulihan pascabencana. (Imanha/ Jawa Barat)

Load More