TANTRUM - Prinsip berkelanjutan pada seluruh mata rantau operasional harus diterapkan Industri tekstil nasional. Hal ini sejalan dengan Kadin Net Zero Hub, yakni sebuah ekosistem yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan dalam energy transtition dalam upaya dekarbonisasi.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menyampaikan hal itu pada "Indonesia Sustainable Conference 2022” yang diselenggarakan lembaga nirlaba tekstil berkelanjutan, Rantai Tekstil Lestari (RTL).
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan, Bappenas berkomitmen untuk ikut mewujudkan terbentuknya masterplan tekstil Indonesia.
Masterplan tersebut mencakup peta jalan transformasi industri tekstil dan fesyen yang berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi, nantinya kita dapat menyusun peta jalan yang sejalan dengan prinsip SDGs, yaitu dengan pendekatan perencanaan pembangunan yang tematis, holistik, integratif dan spasial,” paparnya.
Ketua Umum RTL Basrie Kamba mengatakan fesyen berkelanjutan dan sirkular fesyen bukan hanya sebuah tren yang muncul sesaat, lalu kemudian lenyap, melainkan transformasi nyata yang perlu dilakukan terus menerus.
"Hanya dengan aksi kolaborasi termasuk melakukan beberapa pilot project antarpemangku kepentingan, termasuk industri, akademisi, desainer, pemilik merek internasional, dan pemerintah, Indonesia akan mampu mengatasi tantangan dan mendapatkan porsi dari pasar tersebut yang saat ini masih dalam kisaran 10 miliar dolar AS,” kata Basrie .
Industri fesyen global senilai 1,3 triliun dolar AS per tahun sedang memasuki era pembangunan yang berkelanjutan dan sirkular.
Indonesia, dengan nilai ekspor sebesar 13 miliar dolar AS tahun lalu, masih merupakan produsen tekstil penting dan inti dari rantai pasokan dunia, untuk itu Indonesia perlu menangkap peluang yang masih sangat besar tersebut.
Baca Juga: Tahun Depan, Dishub DKI Siapkan 120 Unit Motor Listrik untuk Kendaraan Operasional
“Reformasi rantai industri sirkular dan praktik ekonomi sirkular di industri TPT global ini tentunya akan memberikan tantangan sekaligus peluang bagi para pemain Indonesia," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
Terkini
-
Membangun Lingkungan Kerja Aman: Mengenal Prinsip Look, Listen, Link dalam Psychological First Aids
-
Jokowi Solid Dukung Prabowo 2 Periode, Gibran Dinilai Lebih Matang untuk Maju Pilpres 2034
-
5 Tokoh Teknologi Muncul di Epstein Files: Ada Orang Terkaya hingga Ilmuwan
-
Xavi dari Maluku, Pemain Keturunan Indonesia Jebolan Ajax Kini Bela Eks Klub Thom Haye
-
Takut PBI Mendadak Nonaktif? Ini Cara Cek Status Keaktifan BPJS Kesehatan Pakai HP
-
Dugaan Temuan Whip Pink di Rumah Reza Arap, Awkarin Bereaksi Pilu
-
7 Rekomendasi Lipstik Paling Laris di Shopee untuk Bibir Hitam
-
Mengintip Peluang Maarten Paes Menjadi Kiper Utama di Ajax Amsterdam, Seberapa Besar?
-
7 Sepeda Lokal Berkualitas Ideal untuk Harian: Performa Cepat, Harga Bersahabat
-
Ivar Jenner Dikontrak Dewa United Setengah Musim