TANTRUM - Guncangan perbankan di AS mencuat setelah kebangkruta Silicon Valley Bank (SVB) yang mensentralisasikan portofolio pembiayaan pada perusahaan rintisan dan modal ventura. Sebelum SVB, kegagalan bank juga mendera Silvergate Bank dan Signature Bank.
Setelah krisis perbankan di AS, terungkap bahwa sejumlah bank di Eropa juga mempunyai masalah kesehatan keuangan. Raksasa perbankan Credit Suisse akhirnya harus diakuisisi UBS. Baru-baru ini, saham Deutsche Bank juga anjlok setelah risiko kegagalan bayarnya meningkat.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai industri perbankan domestik tetap stabil dan memiliki resiliensi yang kuat setelah guncangan industri perbankan yang terjadi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
“Pelaku industri sebetulnya tidak perlu terlalu cemas karena kondisi perekonomian kita cukup resilien terhadap gejolak eksternal,” kata Purbaya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Meski demikian, Purbaya mengingatkan industri perbankan nasional agar tetap mengantisipasi berbagai ketidakpastian ekonomi dengan menjaga permodalan di level yang sehat. Dia mengimbau kepada pelaku industri perbankan agar dapat melihat berbagai sektor yang memiliki peluang besar agar pembiayaan dari perbankan dapat tersalurkan.
Secara makro, kata Purbaya, ekonomi Indonesia juga stabil dan memiliki resilien karena banyak ditopang oleh konsumsi domestik.
Saat ini, ujar Purbaya, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan domestik berada di level yang sehat yakni 2,59 persen (gross) per Januari 2023, dan kapasitas permodalan perbankan atau (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 25,93 persen.
Begitu juga dengan likuiditas perbankan yang saat ini, kata dia, dalam keadaan memadai. Alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) per Januari 2023 masing-masing sebesar 129,64 persen dan 29,13 persen.
Purbaya mengimbau masyarakat agar tetap percaya kepada perbankan nasional dan tidak takut untuk memulai berinvestasi meskipun ada potensi resesi di beberapa negara besar.
“Untuk masyarakat juga harus tetap tenang terkait simpanannya sebab aset LPS sekarang sebesar Rp196 triliun lebih. Jadi jangan takut menabung, karena dana LPS sangat cukup untuk menjamin simpanan masyarakat,” kata Purbaya.
Per 28 Februari 2023, total aset LPS mencapai Rp196,68 triliun. Posisi tersebut merepresentasikan kenaikan 5,32 persen secara tahun berjalan (Year To Date/YTD) dibandingkan posisi akhir 2022, atau kenaikan 15,07 persen secara tahunan (Year on Year/YOY).
Pada 2023, LPS menargetkan posisi aset mencapai lebih dari Rp200 triliun agar dapat terus memperkuat kapasitas LPS dalam melaksanakan penanganan bank secara efektif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
Terkini
-
Elnusa Komitmen Perkuat Ketahanan Energi Nasional dengan Bangun Terminal Terpadu Palaran
-
Ulat Sagu yang Dianggap Hama Ternyata Berpotensi Jadi Sumber Protein, Bagaimana Caranya?
-
4 Rekomendasi Skin Tint untuk No Makeup Makeup Look, Kulit Mulus Tanpa Dempul
-
Bisnis Batu Bara dan Gas Mau Diambil Alih BLU
-
Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Timor Leste Saja Punya 28 Menteri
-
PMEP - Ruangguru Perkuat Karakter Anak PMI di Malaysia Lewat Program Charisma
-
Kia Tarik Puluhan Ribu Unit EV9 Akibat Gangguan Sistem Keamanan
-
The Bricklayer Malam Ini: Ketika Mantan Pembunuh Bayaran Dipaksa Tinggalkan Semen demi Senjata
-
Lewat Kinerja Triwulan II 2026, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun dan Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Pemuda Kaum Betawi Gugat UU DKJ ke MK, Soroti Aturan Lembaga Adat yang Dinilai Multitafsir