/
Jum'at, 29 September 2023 | 19:51 WIB
Kaesang Pangarep ([Instagram-@kaesangp])

Kasus perundungan atau bullying masih menjadi masalah yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Hal ini juga dialami oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo.

Dalam sebuah obrolan di kanal YouTube-nya, Kaesang menceritakan pengalamannya di-bully saat awal bersekolah di Singapura. Ia mengaku di-bully karena beberapa faktor, salah satunya karena kendala bahasa.

"Enggak bisa bahasa Inggris, badannya kecil, dari Solo, ireng (hitam), elek (jelek). Yoo masih sampe sekarang," ujar Kaesang sambil tertawa.

Kaesang juga mengungkapkan bahwa ia sempat merasa kesulitan mencerna pelajaran di sekolahnya di Singapura. Hal ini karena ia belum terbiasa dengan sistem pendidikan di negara tersebut.

"Kelas berjalan normal, tapi otak gue berjalan nggak normal karena gue nggak ngerti apa-apa sama yang dijelasin oleh profesornya," katanya.

Saat di-bully, Kaesang mengaku sempat melawan balik. Ia merasa bahwa dirinya berhak membela diri.

"Nah enaknya kalau di Singapura ada yang namanya self defense, ketika didorong boleh hantemin itu di Singapura," ujarnya.

Meskipun sempat mengalami perundungan, Kaesang mengaku akhirnya bisa menikmati masa pendidikannya di Singapura. Ia juga mendapatkan teman-teman yang satu frekuensi dengannya.

"Gue sebenarnya menikmati hidup gue disana karena gue punya teman-teman yang gila yang pada akhirnya ngebuat gue gila juga," kata Kaesang.

Baca Juga: Nangis-nangis Sebelum Nikah, Azizah Salsha Buat Status untuk Philo Paz: Kasihan Pratama Arhan

Cerita Kaesang ini menjadi pengingat bahwa perundungan dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak dari orang penting. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa, tanpa memandang latar belakang mereka.

Load More