Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS) Sutrisno Pangaribuan menyoroti pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut politik akhir-akhir ini sibuk dengan drama ketimbang adu gagasan. Menurutnya, Jokowi seperti sedang menunjuk diri sendiri dan keluarganya dengan pernyataan tersebut.
“Jokowi seperti sedang menunjuk diri dan keluarganya yang ternyata ahli bersandiwara politik,” ungkap Sutrisno yang juga kader PDIP, dilansir dari wartaekonomi--jaringan suara.com.
Menurut Sutrisno, Jokowilah yang bersandiwara karena ia yang sesungguhnya memulai.
“Jokowi berhasil mengelabui PDIP setelah mendapat seluruh keistimewaan bagi diri, anak, dan menantunya. Saat Ganjar diumumkan sebagai bacapres PDIP, Jokowi hadir,” ungkapnya.
“Sandiwara politik sesungguhnya dimulai oleh Jokowi, hingga puncaknya mendorong putranya maju sebagai bakal cawapres. Sementara PDIP bereaksi karena "terlalu berharap" Jokowi tidak berubah. PDIP salah dengan meyakini Jokowi akan patuh dan setia kepada PDIP. Sehingga reaksi dari para kader terhadap sandiwara Jokowi adalah reaksi biasa dari para kader yang terlanjur dan terlalu cinta. PDIP tidak siap karena merasa telah memberikan segalanya, sehingga perasaan kader seperti marah, geram, kesal, tumpah ruah. Namun politik harus berjalan terus, dan PDIP tidak boleh berhenti meratapi kepergian para penghianat,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam pidatonya di Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun ke-59 Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (6/11/2023), Jokowi mengungkapkan politik Indonesia terlalu banyak drama dibandingkan adu gagasan.
“Saya lihat akhir-akhir ini yang kita lihat adalah terlalu banyak dramanya. terlalu banyak drakornya. Terlalu banyak sinetronnya. sinetron yang kita lihat," jelasnya.
"Mestinya kan pertarungan gagasan, pertarungan-pertarungan ide, bukan pertarungan perasaan. Kalau yang terjadi pertarungan perasaan, repot semua kita," tambahnya.
Baca Juga: Emang Boleh Se-Rafathar Ini? Heboh Video Cowok Mirip Anak Raffi Ahmad dan Nagita Slavina
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan