SuaraTasikmalaya.id – Bak tenggelam ke dalam bumi, nama Mey Chan baru-baru ini kembali muncul dengan pengakuannya yang buat heboh publik.
Usai keluar dari Duo Maia besutan Maia Estianty, Mey Chan mengaku karirnya telah merosot jauh yang membuatnya lama vakum dari dunia entertainment.
Imbas hal tersebut, Mey Chan akhirnya merasa kebingungan bagaimana cara menjual ‘diri’ di blantika hiburan kini.
Mey Chan Mau Belajar Jual Diri
Pengakuan sekaligus pertanyaan itu Mey Chan sampaikan dalam salah satu acara Trans TV yakni Rumpi yang dipandu oleh Feni Rose di beberapa waktu lalu.
"Sekarang ini aku lagi belajar, gimana sih caranya jual diri? Jual diri gimana ya?" kata Mey Chan alias Dita Anggraini, dikutip dari YouTube TransTV, Minggu (27/11/2022).
Lebih jelasnya, ternyata maksud perempuan yang kini mau dipanggil Dita tersebut ialah memasarkan karya ke publik.
"Ini namanya memasarkan brand, karya," ujar Feni Rose, host acara Rumpi.
Lebih lanjut lagi, Mey Chan memperjelas bahwa yang ia maksud adalah bagaimana memasarkan lagu terbarunya yang ia pikir karyanya dinilai kurang enak didengar.
"Lagu ini tadinya jelek banget. Aku datang ke bunda Maia dan dia memang sosok yang murah hati," kata Mey Chan.
Baca Juga: Tantang Regi Datau Klarifikasi di Podcast, Denise Chariesta Diblokir Perusahaan Suami Ayu Dewi
Namun di sisi lain, berbeda dengan mantan duetnya Maia Estianty yang karirnya semakin melejit, kini Mey Chan memutuskan untuk menetap di Singapura.
Bahkan ketika memutuskan untuk pindah ke luar negeri, ia memilih untuk mengganti nama panggungnya menjadi Dita Anggraini.
Maia Estianty Bantu Mey Chan Cari Cuan Tambahan
Alih-alih melupakan sang mantan partner, Maia Estianty dapat pujian dari Mey Chan lantaran mantan partnernya itu sering membantunya mencari cuan tambahan.
"Maia sering ngomong, Mey, elu nggak bisa kayak gini. Ig elu semau-maunya, ya posting traveling, (piaraan) anjing. Untuk menjual sesuatu, harus kerjaan, upload," tutur Mey Chan.
Mey Chan pun akhirnya tersadar dengan takdir yang telah diberi Tuhan padanya. Ia dipercaya memiliki kelebihan dalam bidang tarik suara.
Hingga pada akhirnya ia merasa tidak ingin lagi acuh terhadap berkat yang diberi Tuhan tersebut padanya.
Berita Terkait
-
Pilih Mulan Jameela, Ahmad Dhani Ungkap Alasan Ceraikan Maia Estianty Singgung Pengkhianatan
-
Pinkan Mambo Buka Aib Maia Estianty : Pantes Suaminya Diambil Mulan Jameela
-
Merasa Dijelek-jelekan Maia Estianty, Pinkan Mambo Ogah Berdamai
-
Terlihat Baik-baik Saja, Ternyata Maia Estianty Mengeluh Menjadi Istri Irwan Mussry Lantaran Hal ini
-
Kecewa Disebut Pembohong oleh Maia Estianty, Pinkan Mambo: Aku Keselnya 2 Kali
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
-
Didukung KUR BRI, Usaha Genteng Keluarga di Majalengka Terus Berkembang
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Permintaan Genteng Meningkat, Pengrajin Majalengka Butuh Tambahan Tenaga Kerja