/
Sabtu, 04 Maret 2023 | 10:34 WIB
Kebakaran pipa Pertamina di Plumpang Jakarta Utara dini hari, Jumat (3/3/2023) (suara.com)

SuaraTasikmalaya.id – Kebakaran pipa Pertamina di Plumpang Jakarta Utara dini hari, Jumat (3/3/2023) menelan 17 korban tewas dan 51 luka berat dan ringan.

Banyaknya korban karena kebakaran besar ini rembet hingga ke perumahan warga.

Dilansir dari Instagram @humasjakfire, petugas pemadam kebakaran yang diturunkan mencapai 52 unit dengan 260 personel. Disarankan untuk tidak mendekat dan hindari lokasi sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dengan terjadinya insiden ini, pasokan BBM setidaknya menjadi terganggu.

Dikutip dari Pertamina.com, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Plumpang merupakan terminal BBM yang terpenting di Indonesia. 

Sebab, TBBM Plumpang memasok sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian di Indonesia, atau sekitar 25 persen dari total kebutuhan SPBU Pertamina.

Meski demikian, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina akan memanfaatkan pasokan dari TBBM yang ada di Pulau Jawa.

"Pertamina memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman dengan back up supply dari terminal terdekat yaitu TTU Balongan, TBBM Cikampek, dan TBBM Ujung Berung," ungkap Nicke, dalam siaran pers, Sabtu (4/3/2023).

Kendati demikian, Menteri BUMN, Erick Thohir turut buka suara merespons peristiwa ini. Dalam wawancara yang dilakukan Liputan6, Erick mengatakan dia menerima informasi persediaan BBM di sejumlah depo Pertamina masih cukup memasok kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Ketika Suara Ayam Berkokok di Bali Dipermasalahkan Para Tamu WNA

Erick mengira dari stok dari TBBM Cikampek cukup untuk 10 hingga 11 hari. Sedangkan dari TBBM Ujung Berung diperkirakan mencapai 11 hingga 29 harian. Sementara dari TTU Balongan diperkirakan akan cukup dari 57 hingga 170 hari.

“Di Cikampek ada stok Pertalite 20399 KL yang cukup 10 hari dan Pertamax 6137 KL atau cukup 11 hari. Sementara di TBBM Ujung Berung dengan Pertalite 24250 KL (11,5 hari) dan Pertamax 22,004 KL (29,2 hari),” katanya.

Dia mengatakan dukungan persediaan BBM juga ada di TTU Balongan yang memiliki stok Pertalite 80,014 KL (CD 57 hari) dan Pertamax 50,626 KL (170 hari).

Serta tambahan pasokan dari Kilang Balongan dan Kilang Cilacap dapat dilakukan melalui lsut ke TBBM Tanjung Priuk. (***)

Load More