/
Sabtu, 04 Maret 2023 | 11:43 WIB
Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Jumat malam 3 Maret 2023. ((twitter @kodoqu_))

SuaraTasikmalaya.id – Kebakaran depo Pertamina Plumpang yang membuat masyarakat geger karena menelan banyak korban ini ternyata sudah ditakuti oleh sebagian penduduk setempat.

Seperti yang dikutip dari akun @myungoliya, “Sebagai warga Tanjung Priok yang gue takutin tuh 1 Laut Jakarta. 2 Depo Pertamina Plumpang dan 3 Kontainer," tulisnya Jumat (3/3/2023).

Melihat dari geografisnya, Pertamina Plumpang ini memang berlokasi di pemukiman yang padat penduduk dan berpotensi menimbulkan cukup banyak korban.

Dilansir dari Antara.com, Ketua  Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara, Rizal mengatakan, peristiwa kebakaran ini mengakibatkan terbakarnya pemukiman warga di Jalan Tanah Merah Bawah, RT 12 RW 09, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja

Lantas, apa saja fakta dibalik kebakaran di Plumpang ini. Mari simak hingga akhir!

1.      Langit gelap penuh dengan asap

Insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 20.16 WIB pada Jumat (3/3/2023) malam. Kobaran api membumbung tinggi dan membuat langit di sekitar lokasi kejadian menjadi gelap karena tertutup asap hitam.

2.      Hingga kini telah menewaskan 17 orang

Jumlah korban meninggal dunia kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Koja Jakarta Utaran, saat ini tercatat 10 orang dewasa dan 3 anak-anak. 

Baca Juga: Venna Melinda Cabut Gugatan Cerai, Verrel Bramasta Buka Suara: Penting Mama Bahagia

3.      Puluhan orang terkena luka-luka 

Korban luka bakar yang telah dievakuasi ada sebanyak 49 orang luka berat yang terdiri dari 3 anak dan 46 dewasa, sementara 2 lainnya luka sedang. Selain itu, terdapat 8 orang yang belum ditemukan.

4.      Mendirikan banyak tempat pengungsian

Terdapat beberapa tempat pengungsian, di antaranya. Warga yang mengungsi ke markas PMI Jakarta Utara mencapai 338 jiwa. 

Para warga itu juga tersebar di sejumlah posko, di antaranya RPTRA Rasela sebanyak 256 jiwa, Kantor Dinas Tenaga Kerja sebanyak 74 jiwa, Kantor Kelurahan Rawa Badak Selatan sebanyak 65 jiwa. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pun mendirikan dua lokasi pengungsian.

Tag

Load More