/
Sabtu, 15 April 2023 | 15:31 WIB
Ilustrasi bertamu saat Idul Fitri. Adab bertamu saat Idul Fitri. (suara.com)

SUARA TASIKMALAYA – Islam mengajarkan umatnya tentang adab menjamu tamu yang datang ke rumah, Islam juga memberikan ajaran tentang bagaimana seseorang harus bersikap ketika bertamu ke rumah orang lain. 

Saat hari raya Idul Fitri, masyarakat Indonesia memiliki tradisi untuk bersilaturahmi pada sanak keluarga dan tentangga, dengan mengunjungi rumah mereka. 

Karena itu, hendaknya kita memperhatikan adab-adab yang bisa diterapkan saat bertamu di hari raya Idul Fitri, agar sesuai dengan ajaran Islam dan memberi citra positif saat Idul Fitri. 

1.  Meminta Izin masuk 

Allah SWT memeintahkan hambanya untuk mengucapkan salam dan meminta izin saat akan masuk ke rumah yang di kunjungi. 

Kita juga diminta untuk berdiri di samping pintu, atau menghadap ke arah luar, seperti pada salah satu firman Allah SWT dalam QS. An-Nur ayat 27. 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat,” (QS. An-Nur: 27), dikutip dari kanal YouTube Yufid.TV, Sabtu (15/3/2023). 

2.  Bertamu di waktu yang tepat 

Sebagai umat muslim yang beradab, kita diminta untuk tidak bertamu pada waktu yang tidak tepat kecuali jika sangat mendesak, sebab dapat mengganggu kenyamanan orang yang akan kita kunjungi.

Baca Juga: Cara Membuat Kartu Ucapan Idul Fitri dengan Canva, Mudah Tanpa Harus Edit

Seperti, bertamu pada waktu istirahat, atau ertamu saat orang sedang bekerja. 

Perihal ini, Allah mengajarkan tentang waktu privasi dalam QS. An-Nur ayat 58. 

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sholat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian luarmu di tengah hari dan sesudah sholat Isya, itulah waktu membuka aurat bagi kamu,” (QS. An-Nur: 58). 

3.  Membawa hadiah ketika bertamu

Kita dianjurkan untuk membawa hadiah ketika akan bertamu ke rumah seseorang, karena dapat mempererat tali persaudaraan. 

Rasulullah SAW dalam hadist riwayat Bukhari bersabda, bahwa orang-orang yang terbiasa untuk saling memberikan hadiah saat bertamu, niscaya akan membawa cinta dalam hidupnya. 

4.  Duduk di tempat yang tepat

Rasulullah SAW meminta umatnya untuk duduk di tempat yang sudah disediakan oleh ruan rumah, beliau juga menganjurkan kita untuk duduk di tempat yang tidak dapat melihat keseluruhan isi rumah. 

5.  Menjaga pandangan

Selama bertamu, kita diharuskan untuk selalu menjaga pandangan, sebagai bentuk penghormatan terhadap tuan rumah serta menunjukkan niat baik dan etika yang dimiliki. Seperti pada firman Allah dalam QS. Ghafir ayat 19. 

“Dia mengetahui mata penghianatan dan apa yang tersembunyi dalam dada,” (QS. Ghafir: 19). 

6.  Makan hidangan yang disediakan

Hendaklah kita memakan makanan yang sudah disediakan oleh tuan rumah, dan jika puasa, sampaikan izin untuk tidak memakannya. 

Seperti dalam hadist Rasulullah SAW yang berbunyi: 

“Apabila kalian di undang hadirilah! Jika sedang puasa, doakanlah! Dan apabila tidak berpuasa, makanlah!” (HR. Muslim). 

7.  Bersegeralah

Apabila sudah selesai bertamu, kita dianjurkan untuk segera pamit, sebab terlalu lama di rumah bisa merepotkan pemiliknya. Kecuali, mereka menghendaki kita untuk tetap berada di rumahnya. 

8.  Menginap cukup 3 hari 

Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadistnya, jika seorang muslim harus menginap di rumah seseorang, mereka hanya memiliki hak 3 hari untuk dijamu. Karena, jika lebih dari itu maka statusnya hanya sedekah untuk tamu. 

9.  Mendoakan tuan rumah

Ketika menyantap hidangan yang disediakan oleh tuan rumah, hendaklah kita mendoakan mereka atas rezeki yang sudah diberikan. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW, saat beliau bertamu ke rumah sahabatnya. (*)

Load More