SUARA TASIKMALAYA – Pembungkaman demokrasi di berbagai penjuru dunia semakin memuncak sejak kemunculan Pegasus, perangkat mata-mata canggih yang diproduksi oleh Israel.
Di Indonesia, diperkirakan beberapa lembaga penegak hukum memperoleh perangkat zero-click tersebut secara diam-diam dengan cara yang tidak terlihat dan menghabiskan biaya yang sangat besar, bahkan mencapai ratusan miliar rupiah.
Sudah 1,5 tahun terakhir, Suara, bersama sejumlah media lainnya melakukan investigasi dan mendapatkan temuan adanya Pegasus, alat sadap tercanggih buatan Israel.
Diduga alat ini dipakai pemerintah Indonesia untuk memata-matai oposan hingga jurnalis. Selain itu alat ini juga dapat digunakan untuk kepentingan pemilu.
Penyelundupan Pegasus ke Indonesia dikenali melalui kedatangan dua perangkat dari Q Cyber Technologie Sarl melalui Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 15 Desember 2020 yang lalu.
Perangkat-perangkat tersebut dibungkus dengan label Cisco Reuters dan Dell Server dengan kode HS 8471.50.
Saat tiba di Indonesia, Bea Cukai menduga adanya kecurigaan terhadap perangkat-perangkat canggih tersebut. Akibatnya, kedua alat tersebut dimasukkan ke dalam kategori "zona merah" setelah melalui proses pemeriksaan.
Zona merah ini mengindikasikan bahwa perangkat tersebut mencurigakan dan harus dibuka serta diperiksa sebelum pemilik barang menerimanya.
"Penerima barang itu PT Mandala Wangi Kreasindo," ujar petugas Bea Cukai kepada IndonesiaLeaks, pada Maret 2023. (*)
Baca Juga: Alasan Desta Mahendra Pilih Istri Vincent Rompies Jadi Saksi di Perceraiannya
Berita Terkait
-
Sandy Walsh, Pemain Naturalisasi Paling Tak Beruntung di Timnas Indonesia
-
Indonesia Open 2023 Day 1: 10 Wakil Bertanding, Ganda Putri Perang Saudara
-
Pikirkan Argentina Belakangan, Timnas Indonesia Diminta Jangan Remehkan Palestina
-
Kapolda Sulsel: 60 Persen Narkoba Asal Malaysia Masuk Kawasan Timur Indonesia
-
Timnas Indonesia vs Palestina, Pratama Arhan Sudah Kantongi Kekuatan Lawan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bedah Makna Video Musik 'Masih Ada Cahaya': Saat Kegelapan Bertemu Harapan
-
BTS World Tour ARIRANG ke Jakarta, Visa Siapkan Akses Eksklusif untuk ARMY
-
Bukan Barang Mewah, Prilly Latuconsina Hadiahkan 270 Pohon Kopi untuk Omara Esteghlal
-
Gubernur Choco: Gempa Bumi M 7,4 Kolombia Sebabkan Kerusakan Signifikan
-
Ibu Asli Bali, Lahir di Malang, Pemain Ini Lebih Pilih Bela Timnas Belanda
-
Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan
-
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama
-
Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!
-
Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung
-
Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten