/
Rabu, 21 Juni 2023 | 13:02 WIB
Ilustrsi TikTok. (suara.com)

SUARA TASIKMALAYA - TikTok baru-baru ini telah menambahkan feed baru yang dinamai STEM (Science, Techno, Engineer, and Math).

Aplikasi yang telah diunduh oleh lebih dari 500 juta pengguna ini umumnya dijadikan sebagai media hiburan. Namun, sekarang TikTok dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah lewat bisnis jual beli.

Lebih dari itu, Tiktok juga menjadi sarana menambah wawasan dan pengetahuan karena telah menghadirkan fitur STEM yang berisi konten edukasi pilihan berbasis sains dan teknologi. TikTok mengumumkan fitur barunya itu melalui situs resmi mereka pada 14 Maret 2023.

"Untuk memberdayakan penemuan berkelanjutan di TikTok, Umpan STEM ini akan memberikan ruang khusus bagi komunitas kami untuk mengeksplorasi berbagai video yang inspiratif, menghibur, dan memberikan pengetahuan dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika". bunyi pernyataan TikTok.

TikTok meluncurkan STEM untuk memperluas komunitas pendidikan di platform mereka. Sejak dirilis pada September 2016, TikTok telah mengakui pertumbuhan yang signifikan dalam konten pendidikan terkait STEM.
 
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa tagar terkait STEM telah dilihat lebih dari 110 miliar kali, menghubungkan orang-orang dengan minat yang sama dalam sebuah komunitas yang dinamis.

STEM dirancang khusus untuk pengguna TikTok yang ingin mendalami topik sains, teknologi, teknik, matematika dan memperluas pengetahuan mereka.
 

KOLABORASI TIKTOK

Dalam fitur terbarunya, TikTok bekerja sama dengan dua mitra, yaitu Common Sense Networks dan Poynter Common Sense Networks. 

Kedua mitra ini bertugas memastikan bahwa konten yang muncul sesuai dengan prinsip STEM.
 
Poynter bertanggung jawab untuk menilai keandalan informasi yang disajikan dalam konten TikTok. Jika konten tersebut tidak lulus dalam penilaian kedua mitra tersebut, maka konten tersebut tidak akan memenuhi syarat untuk ditampilkan dalam feed STEM.

CEO Common Sense Networks, Eric Berger, menyambut baik fitur STEM ini dan menganggapnya sebagai alat yang lengkap untuk mengedukasi dan menghibur.
 
Dia berharap melalui kemitraan ini, mereka dapat mendukung inisiatif STEM di TikTok. Dengan memanfaatkan keahlian Common Sense Networks dalam mengevaluasi konten, mereka dapat memastikan bahwa pengalaman digital remaja di platform ini bermanfaat, edukatif, dan menghibur." tambahnya.

Baca Juga: Sederet Artis Menonton Pertandingan Indonesia vs Argentina

Sebelum hadirnya fitur STEM, TikTok telah menguji fitur Topik di feed-nya. Fitur Topik memungkinkan penggunanya untuk mengeksplorasi video dalam berbagai kategori seperti Game, Makanan, Fashion, dan Olahraga. (*)

Sumber: news.tiktok.com

Load More