SUARA TASIKMALAYA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet, mengajak untuk memperkuat ideologi Pancasila di kalangan generasi muda bangsa.
Dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD), Bamsoet menyampaikan pandangannya terkait beberapa isu penting.
Salah satunya adalah ungkapan keprihatinannya terhadap terpinggirkannya ideologi bangsa, terutama di kalangan generasi muda.
Dilansir tasikmalaya.suara.com dari laman resmi MPR RI, pada Jumat (11/8/2023), survei dari Setara Institute dan Forum on Indonesian Development (INFID).
Menunjukkan bahwa sekitar 83,3 persen pelajar SMA berpendapat bahwa Pancasila dapat diganti. Hal serupa juga terungkap dalam survei sebelumnya pada tahun 2020.
Bamsoet mengingatkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal juga terancam tergerus oleh perkembangan teknologi dan globalisasi.
Dirinya menyoroti dampak gadget dan smartphone dalam mengubah perilaku sosial anak-anak, merenggut waktu berkualitas bersama keluarga, dan mengancam nilai-nilai tradisional.
Tak hanya itu, Bamsoet mendorong agar setelah pelaksanaan Pemilu 2024, Indonesia melakukan amandemen kelima konstitusi.
Salah satu poin penting adalah menambah ketentuan dalam pasal 33 untuk mencakup tidak hanya bumi, air, dan kekayaan alam, tetapi juga ruang udara dan angkasa.
Baca Juga: Terkoneksi dengan ETLE, Pemprov DKI dan Polri Bakal Razia Kendaraan yang Belum Uji Emisi
Ia menekankan bahwa ruang udara dan angkasa memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan hajat manusia di bumi.
Terutama dalam pemanfaatan sumber daya alam terbatas seperti Geo Stationary Orbit (GSO).
Lebih lanjut, Bamsoet juga memberikan dukungan terhadap TNI dan Polri, terutama pasukan terbaik seperti Brimob Polri, Gultor Kopassus, Raiders Bravo, dan Denjaka, dalam upaya menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Menurutnya, dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara, penegakan HAM tidak boleh menjadi penghalang dalam menghadapi ancaman nyata.
Selain ancaman fisik, Bamsoet juga menyoroti ancaman non-fisik yang dihadapi bangsa Indonesia.
Seperti degradasi moral generasi muda, perilaku koruptif, ketimpangan sosial-ekonomi, penurunan nilai-nilai kearifan lokal, dan terpinggirkannya ideologi bangsa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Viral! Penumpang Muslim Ditangkap Tim Taktis AS Bersenjata Lengkap Gara-Gara Timer Salat
-
Janggal? Meja Biliar Wakil Pimpinan DPRD Sumsel Rp335 Juta, Ketua Hanya Rp151 Juta
-
7 Fakta Kelam Pembunuhan Suami Siri: Terungkap Lokasi Penemuan Jasad yang Tak Lazim
-
Waspada Longsor Susulan! BNPB Peringatkan Cuaca Ekstrem di TPST Bantargebang
-
Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
Jelang Mudik Lebaran 2026, Ini Program Servis Kendaraan di Bengkel Toyota dan Honda Lampung
-
5 Fakta Mojtaba Khamenei: Jebolan Perang Iran-Irak, Nikahi Anak Politisi Senior Iran
-
Hilang Sejak September 2025, Wanita di Depok Ternyata Dibunuh Suami Siri Karena Masalah Ekonomi
-
Terungkap Nilai Dana Nasabah Bank Jambi yang Diretas, Tembus Rp143 Miliar
-
Brace Andrew Jung dan Penalti Thom Haye Bawa Persib Bungkam Persik Kediri