Suara.com - Jika Anda merasa sudah bosan dengan profesi saat ini, atau justru termasuk yang belum menemukan pekerjaan yang cocok, maka bersabarlah. Lebih baik lagi, bersiap-siaplah, lalu tunggu beberapa tahun --atau mungkin beberapa dekade-- lagi.
Soalnya, di masa depan, akan ada banyak alternatif profesi baru yang mengasyikkan dan juga menjanjikan. Anda sudah boleh mempersiapkan diri dengan skill yang dibutuhkan sedari sekarang.
A. Pada dekade mendatang, seperti ditulis Manolith.com, diperkirakan akan ada beberapa profesi baru menjanjikan, seperti:
-Petani Kota
Jelas, lahan pertanian akan sulit, sementara kebutuhan pada produk makanan dari tanaman justru tinggi. Biaya transportasi dari lahan pertanian biasa ke kota juga akan semakin mahal. Maka, lahan pertanian di atap-atap gedung atau tempat lainnya di kota, dengan sistem hidroponik, akan jadi semakin lazim. Para petani ahli yang mengelolanya pun akan laku.
-Arsitek "Alternative Reality"
Menyebarnya penggunaan aplikasi teknologi yang bisa dipakai di tubuh, seperti Google Glass misalnya, hampir menjadi sesuatu yang biasa saat ini. Maka tak lama lagi, realitas di depan mata pun akan membosankan. Orang akan semakin butuh riset, rancangan, atau desain realitas virtual yang bakal mampu mengalahkan pemandangan dunia nyata.
-Perancang Program Kepribadian (Komputer)
Seiring dengan berkembangnya artificial intelligence (kecerdasan buatan), suara komputer yang lazim didengar saat ini (seperti milik super-komputer Siri) pun akan mulai terdengar membosankan. Orang akan suka mendengar suara-suara berbeda dari komputer, tentu dengan kepribadian yang berbeda pula. Ahli-ahli yang bisa memprogram dan menguji hal itu akan sangat dibutuhkan.
-Agen Organ Tubuh
Kemajuan ilmu bedah akan membuat tansplantasi organ menjadi semakin lazim. Hanya saja masalahnya, menemukan donor yang bagus masih akan tetap sulit. Salah satu solusinya, butuh orang yang memiliki spesialisasi dalam menemukan donor organ yang sehat sekaligus siap.
-Pilot "Drone"
Meski saat ini keberadaannya masih kontroversial, drone tampaknya semakin potensial dalam industri transportasi. Bahkan, kereta barang, truk 18 roda, atau juga mobil pengantar pizza, kelak bakal bisa diterbangkan secara remote dari tempat tertentu, yang pastinya membutuhkan "pilot" yang ahli.
B. Berikutnya, pada era mulai dari tahun 2025 dan seterusnya, diyakini akan ada lebih banyak lagi peluang profesi baru. Di antaranya adalah:
-Pengontrol Armada "Drone"
Seiring terus berkembangnya teknologi drone, pada saatnya mereka akan benar-benar bergerak sendiri, dan kebutuhan pilot manusia pun mulai menghilang. Tapi, peluang pekerjaan baru akan muncul. Mereka-mereka yang ahli mengontrol rute dan pergerakan unit-unit drone tentu akan dibutuhkan.
-Penambang Sampah
Sumber daya alam bumi terbatas, dan segera, kita akan terpaksa menambang ulang tempat-tempat pembuangan sampah guna menemukan logam atau mungkin mineral berharga, yang bisa saja tanpa sadar sering kita buang dalam aktivitas sehari-hari.
-Koordinator Cuaca
Meteorologi akan segera menjadi bidang dengan profesi yang aneh dan tak efektif. Segera, kita akan mengembangkan kemampuan mempengaruhi dan akhirnya mengontrol cuaca di bumi. Hujan dan salju tidak akan hilang selamanya, tetapi akan diatur datangnya demi meminimalkan gangguan.
-Petani Organ Tubuh
Ketika kita sudah mengembangkan kemampuan menumbuhkan organ tubuh manusia dari nol, maka tak akan butuh lagi donor untuk bedah atau transplantasi organ. Sebaliknya, kita akan butuh sosok-sosok yang mampu meneliti, menjaga dan memonitor lingkungan steril di mana kita bisa "memanen" hati, paru-paru, mata, dan lain-lain.
-Manipulator Memori
Kenapa harus menghabiskan ratusan dolar hanya untuk pergi ke Disney World misalnya, jika kita bisa membayar orang yang bisa memasang memori perjalanan ke berbagai tempat asyik di dalam otak kita? Dan kenapa juga terbatas pada apa yang bisa dilakukan di kehidupan nyata? Kenapa tidak pasang saja memori di mana Anda sukses mencetak gol penentu di Piala Dunia, misalnya? (Manolith.com)
Berita Terkait
-
Kultur Palugada di Dunia Kerja: Bekerja Lintas Bidang, Berkarier Tanpa Arah
-
Bocoran HP Agustus 2026: Ada yang Punya Kamera Robot
-
Fenomena Overeducation Lulusan S1: Potret Ketimpangan Gelar dan Pekerjaan
-
Generasi Muda dan Kemerdekaan Ekonomi: Ketika Lapangan Kerja Jadi Tantangan
-
Pendapatan IHT Turun Rp100 Triliun, 900 Ribu Lapangan Kerja Terancam
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali