Suara.com - Untuk kali pertama, Nguyen Ha Dong – pembuat game Flappy Bird – memberikan wawancara khusus kepada media setelah memutuskan untuk menarik permainan tersebut pada bulan lalu dari aplikasi Apple dan Android.
Ketika diwawancara oleh majalah Rolling Stones, Nguyen mengatakan, keputusan untuk menarik permainan tersebut telah membuat dirinya lega. Permainan Flappy Bird menjadi hits sejak diluncurkan di aplikasi Apple dan Android. Namun, permainan ini memberikan efek buruk yaitu kecanduan dan membuat orang yang memainkan permaina ini menjadi emosional.
Saat ditanya apakah ada kemungkinan untuk menghidupkan kembali Flappy Bird di aplikasi Apple dan Android, Nguyen mengatakan,”Saya tengah mempertimbangkannya.”
Nguyen mengatakan, dia tengah membuat lanjutan dari permainan Flapp Bird. Namun, permainan itu akan disertai dengan peringatan kepada pemainnya untuk istirahat. Flappy Bird adalah permainan dua dimensi tentang burung yang melewati sekumpulan pipa. Hanya dalam waktu 22 jam setelah Nguyen mengumumkan akan menarik Flappy Bird dari aplikasi Apple dan Android, permainan ini langsung diunduh 10 juta kali.
Nguyen mengaku kecewa atas sukses yang diraih permainan Flappy Bird. Kata dia, permainan yang dibuanya itu telah membuat banyak orang kehilangan pekerjaan akibat kecanduan Flappy Bird dan pelajar menerima hasil buruk dalam ulangan di sekolah. (AFP/CNA)
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan