Suara.com - Perdebatan tentang apakah manusia bisa hidup monogami sepanjang usia sudah berlangsung lama dalam dunia ilmiah. Alasannya kehidupan monogami atau hidup hanya dengan satu pasangan seumur hidup sangat jarang ditemukan dalam dunia binatang.
Tetapi sebuah studi terbaru menemukan bahwa ada sejumlah spesies yang ternyata bisa hidup hanya dengan satu pasangan seumur hidupnya. Mereka adalah spesies monyet malam atau douroucoulis.
Sejumlah ilmuwan dari University of Pennsylvania, Amerika Serikat, menemukan bahwa monyet malam adalah salah satu mamalia yang hidup setia seumur hidupnya. Tidak ada tanda-tanda perselingkuhan dalam kehidupan monogami monyet malam. Satu jantan hanya berpasangan dengan satu betina seumur hidupnya.
Dalam penelitiannya mereka meneliti 35 anak monyet malam dari 17 pasang induk. Studi itu merupakan bagian dari Owl Monkey Project yang sudah berlangsung selama 18 tahun.
"Studi kami adalah yang pertama yang meneliti spesies primata dan membuktikan adanya ciri monogami genetik atau kesetiaan sejati antara pasangan," kata Eduardo Fernandez-Duque dari University of Pennsylvania, yang terlibat dalam penelitian itu.
Ia menambahkan bahwa selama penelitian mereka tidak sekalipun melihat adanya perselingkuhan dalam kehidupan pasangan monyet malam.
"Tetapi memang benar bahwa monogami genetik sangat jarang ditemukan," imbuh dia.
Dalam penelitian itu mereka juga menemukan bahwa perilaku monogami pada monyet malam sangat bergantung pada peran monyet jantan dalam memelihara anak. Monyet jantan sangat terlibat dalam memelihara anak, menggendong, bermain bersama, dan memberi anak-anaknya makan.
Untuk mempertegas hubungan antara peran jantan dengan perilaku monogami, para ilmuwan juga meneliti 15 spesies mamalia lain. Mereka menemukan bahwa semakin besar peran jantan dalam membesarkan anak, maka semakin besar kecenderungannya berperilaku monogami. (Huffington Post)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim