Suara.com - Macan tutul atau cheetah mungkin bisa melesat hingga 120 kilometer per jam, tetapi binatang pemangsa itu rupanya bukan binatang tercepat di dunia. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa tungau, yang ukurannya sangat kecil, adalah binatang tercepat di dunia.
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Experimental Biology edisi April 2014, menemukan bahwa serangga seukuran kutu itu bisa melesat 20 kali lebih cepat ketimbang cheetah.
Dalam penelitian ini para peneliti tidak menempatkan kedua binatang itu di lintasan lari, tentu saja. Mereka membandingkan kecepatan lari per detik dengan panjang tubuh keduanya.
Tungau (Paratarsotomus macropalpis) yang mempunyai delapan kaki, bisa bergerak sejauh 322 kali panjang tubuhnya dalam satu detik. Sementara Cheetah hanya bisa melesat sejauh 16 kali panjang tubuhnya dalam satu detik.
"Rasanya hebat menemukan sesuatu yang lebih cepat dari apa pun," kata Samuel Rubin, peneliti yang terlibat dalam penemuan itu, "Tetapi di atas semuanya, dengan melihat secara fisika bagaimana binatang itu bisa mencapai kecepatan tersebut kita bisa mendorong revolusi desain-desain baru dalam pembuatan robot atau instrumen biomimetik."
Dalam teorinya, semakin kecil seekor binatang, maka kecepatan relatif dan frekuensi langkahnya semakin tinggi. Meski demikian ada batasan sebuah kaki bisa bergerak.
Sementara dalam riset itu, para peneliti menggunakan kamera berkecepatan tinggi untuk mencatat kecepatan tungau baik di laboratorium maupun di alam. Hasilnya mereka menyaksikan bahwa di binatang tersebut bisa berlari, berhenti, dan mengubah arah dengan sangat cepat. Jika dibandingkan dengan manusia, kecepatan tungau yang mereka rekam itu, setara dengan 2092 km/jam. (Phys.org)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!