Suara.com - Mesin pencarian Google kembali membuat doodle yang unik. Kali ini, doodle dari Google mengambil tema ulang tahun ke 40 dari permainan populer Kubus Rubik.
Sebagai informasi, doodle adalah fitur tak biasa yang muncul di halaman utama mesin pencari Google dalam rangka peringatan maupun kampanye tertentu. Biasanya, Google mengganti logo tulisan "Google" di laman pertamanya dengan berbagai bentuk yang menarik. Tak jarang, Google memasang game unik di laman depan itu.
Doodle Kubus Rubik mulai muncul sejak hari Senin (19/5/2014). Tak sekedar tampilan gambar Rubik saja. Jika di-klik, ukuran Rubik tersebut akan membesar dan dapat dimainkan dengan menggunakan mouse, maupun track pad. Awalnya Google akan mengacak terlebih dahulu Rubik tersebut. Kemudian, netizen bisa langsung mengotak-atiknya sehingga menampilkan sembilan warna yang sama di ke enam sisinya.
Rubik pertama kali ditemukan pada tahun 1974 oleh Erno Rubik, seorang profesor arsitek di Budapest, Hongaria. Sebenarnya, Erno membuat benda itu sebagai alat peraga bagi mahasiswanya untuk menjelaskan hubungan spasial. Namun, benda itu justru tersebar ke seluruh dunia sebagai sebuah permainan ketangkasan.
Seperti dilansir dari ibnlive, pada tahun 1980, Rubik menjadi "mainan terbaik tahun ini" di Inggris. Sementara itu, kejuaraan Rubik dunia pertama kali diadakan di Budapest, Hongaria pada tahun 1982. Ketika itu, juaranya berhasi memecahkan teka-teki Rubik hanya dalam waktu 29,95 detik. Uniknya, saat ini rekor tercepat Rubik justru dipegang oleh sebuah robot. CUBESTORMER 3 namanya. Robot ini mampu memecahkan rekor Guinness World Record hanya dalam waktu 3,253 detik. Pemecahan rekor itu sendiri dilakukan di Big Bang Fair, Birmingham, Inggris, bulan Maret tahun ini.
Berita Terkait
-
AI sebagai Kompas Inovasi: Bagaimana Google Gemini Ubah Cara Anak Indonesia Belajar dan Berkreasi
-
Bagi-Bagi Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan, Bebaskan Fitur AI Canggih untuk Jutaan Pengguna XLSmart
-
Google Ungkap 4 Kerugian Indonesia Jika Terapkan Hak Cipta AI
-
Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah
-
Google Gemini Tumbuh 2 Kali Lipat di Asia Tenggara, Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI Setiap Hari
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan