Suara.com - Seorang eksekutif Yahoo dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang karyawan perempuannya. Maria Zhang, yang menjabat sebagai direktur rekayasa senior di divisi mobile Yahoo, diduga berulang kali memaksa Nan Shi, seorang karyawan bagian perangkat lunak untuk berhubungan intim dengannya.
Saat Shi menolak ajakannya, Zhang diduga mencopot Shi dari jabatannya sebagai kepala proyek. Tak hanya itu, Zhang juga memberikan penilaian buruk terhadap kinerja Shi.
Shi memutuskan menutupi pelecehan tersebut karena takut kariernya hancur. Ketika dia melaporkan pelecehan yang ia alami kepada Yahoo, perusahaan itu tidak berbuat apa-apa. Malahan, raksasa internet itu memberikan cuti tanpa tanggungan padanya, lalu memecatnya.
"Zhang mengatakan kepada penggugat bahwa ia akan memiliki masa depan cerah di Yahoo jika mau berhubungan seks dengannya. Dia (Zhang) juga mengancam bisa mengambil semua dari dirinya, termasuk pekerjaan, saham, dan masa depannya jika Shi tidak melakukan apa yang dia inginkan," bunyi tuntutan yang dilayangkan ke pengadilan.
Dalam surat tuntutan Shi, Yahoo menjadi pihak yang tergugat. Ada tiga poin gugatan yang dilayangkan Shi, yakni pelecehan seksual, tekanan terhadap emosi, dan pemecatan tidak sah.
Menanggapi gugatan tersebut, seorang juru bicara Yahoo melontarkan bantahan.
"Tuduhan yang dilayangkan kepada Maria Zhang sama sekali tidak benar. Maria adalah eksekutif teladan Yahoo dan kami berniat berjuang untuk membersihkan namanya," kata juru bicara tersebut kepada Mercury News. (Cnet)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan